KABAR MADURA | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan tetap melanjutkan program pinjaman modal usaha bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai komitmen memperkuat perekonomian masyarakat lokal. Program itu dinilai masih relevan dan berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Kepala Bidang (Kabid) Pelatihan Kerja dan Produktivitas Tenaga Kerja Dinas Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja (Diskop UKM Naker) Pamekasan Ika Yulia Rahmawati menjelaskan, program pinjaman modal UMKM merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Pemkab Pamekasan dalam mendorong pengembangan ekonomi daerah.
Pinjaman modal yang disalurkan kepada pelaku UMKM itu diberikan dengan skema bunga nol persen, sehingga tidak memberatkan masyarakat penerima manfaat.
“Kalau dari kami, bunganya itu memang nol persen. Artinya, kami tidak mengambil keuntungan sepeserpun,” jelasnya, Senin (9/2/2026).
Menurut Ika, anggaran program pinjaman modal usaha ini sekitar Rp15 miliar yang disediakan melalui BPR Jatim. Mekanisme pengajuannya masih mensyaratkan adanya agunan agar masyarakat tetap memiliki tanggung jawab dalam pengelolaan modal usaha tersebut.
Selain itu, Pemkab Pamekasan juga secara konsisten melaksanakan pembinaan dan pelatihan kewirausahaan bagi masyarakat, baik yang baru memulai usaha maupun yang ingin mengembangkan usahanya.
“Habis pelatihan, kami selalu memantau, tidak hanya diam aja. Bahkan, kami pantau hampir setiap hari, entah itu langsung ke lapangan maupun lewat HP,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris Komisi II DPRD Pamekasan Moh Faridi mengatakan, hingga saat ini penyerapan anggaran pinjaman modal untuk UMKM itu telah mencapai lebih dari Rp6 miliar. Program pinjaman modal itu merupakan bagian dari program Wirausaha Baru (WUB) yang telah diluncurkan sejak tahun 2018 lalu.
“Program ini mudah-mudahan terus dimanfaatkan sebaik mungkin oleh pelaku UMKM dan bisa membantu meningkatkan perekonomiannya,” tuturnya. (km94/zul)





