Dirut Budiono: KEK Madura harus Jadi Jalan Transformasi Industri Garam Nasional

Pemerintahan126 views

KABAR MADURA–Direktur Utama PT Budiono, Purwo Ardi Saputro, menegaskan bahwa potensi garam Madura tidak seharusnya lagi dipandang sekadar komoditas tradisional. Lebih dari itu, garam menjadi fondasi penting bagi kebangkitan industri strategis nasional. 

Itulah mengapa, imbuh Purwo, pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Madura dinilai sebagai langkah konkret menjaga eksistensi dan memperkuat masa depan ekonomi daerah.

Ditambahkan, KEK Madura merupakan “jalan pintas” untuk mewujudkan transformasi besar sektor garam, dari usaha musiman menjadi industri bernilai tambah tinggi dan berkelanjutan.

“Potensi terbesar garam Pamekasan bukan lagi pada jumlah produksinya, tapi pada kemampuannya menggantikan garam impor. Setiap tahun Indonesia masih mengimpor jutaan ton garam industri. Padahal, dengan dukungan KEK, kita bisa memproduksinya sendiri,” ujarnya, Kamis (13/11/2025).

Menurutnya, pengembangan KEK harus menempatkan petambak garam sebagai bagian utama dalam rantai industri. Model kolaborasi ideal, kata Purwo, terjadi ketika perusahaan berinvestasi dalam teknologi modern dan para petambak menjadi mitra binaan yang mendapatkan peningkatan kesejahteraan.

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

“Ekosistem garam yang terintegrasi akan menjadi kunci. Semua pihak harus saling mengunci dan saling menguntungkan,” imbuhnya.

Baca Juga:  Prof AQ Dorong Pembangunan Tol Madura untuk Percepat Pertumbuhan Ekonomi

Purwo menilai, peluang pasar dan investasi garam Madura sangat besar, terutama jika pemerintah mulai menekan kuota impor. KEK diyakini mampu menghadirkan dua faktor penting agar industri garam layak secara ekonomi: infrastruktur vital dan insentif fiskal.

Dia juga menekankan bahwa peran pemerintah, baik pusat maupun daerah, harus difokuskan sebagai fasilitator dan regulator. Pemerintah dituntut menciptakan ekosistem investasi yang menarik, termasuk membangun infrastruktur penunjang seperti pelabuhan, jalan akses, serta kemudahan perizinan satu pintu.

“Sinergi antara kepala daerah dan jajarannya menjadi kunci agar kebijakan KEK berjalan efektif dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.

Meski demikian, Purwo mengakui bahwa infrastruktur dan teknologi pengolahan garam di Madura masih tertinggal. Teknologi seperti geomembran dan rekristalisasi yang terbukti mampu meningkatkan kualitas garam, sejauh ini belum diterapkan secara luas.

“Lahan kita luas, tapi belum dikelola maksimal. Jalan dan pelabuhan masih belum siap. Karena itu, KEK menjadi solusi paling rasional untuk membangun semua ini secara terencana,” jelasnya.

Ia menambahkan, proses hilirisasi garam di Pamekasan harus dilakukan bertahap. Tahap pertama adalah pembangunan pabrik pemurnian untuk menghasilkan garam konsumsi dan industri pengganti impor. Setelah itu, jika pasokan garam industri stabil, pengembangan bisa dilanjutkan ke industri kimia dasar seperti klor-alkali yang berbahan baku garam.

Baca Juga:  Bulog Madura Tuntaskan 87 Persen Bantuan Pangan di Pamekasan, 131 Ribu Penerima Sudah Terima

“Kita tidak bisa langsung melompat ke industri paling canggih. Hilirisasi harus dimulai dari langkah paling realistis,” ujarnya.

Terkait anjloknya produksi akibat cuaca ekstrem, Purwo menegaskan pentingnya mengubah model bisnis garam agar tidak bergantung pada musim.

“Produksi garam harus bisa berjalan sepanjang tahun. Dengan teknologi geomembran dan pabrik pemurnian di KEK, kita bisa berproduksi tanpa tergantung cuaca. Ini perubahan mendasar, dari pertanian musiman menjadi industri berkelanjutan,” tegasnya.

Dengan nada optimistis, Purwo menilai, jika konsep KEK Madura dijalankan secara fokus dan kolaboratif, maka Pamekasan akan menjadi pusat industri garam nasional.

“Dengan KEK, garam rakyat tidak hanya jadi tumpukan kristal di tambak, tapi menjadi energi baru bagi ekonomi Madura dan kemandirian industri nasional,” pungkasnya. (rul/ong)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *