KABAR MADURA | Dinas Perikanan (Diskan) Pamekasan mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan anggaran untuk kembangkan budidaya ikan. Bahkan, tahun ini Diskan hanya mampu memberikan bantuan pengadaan sarana budidaya ikan air tawar kepada dua kelompok pembudidaya ikan (pokdakan) saja.
Kepala Diskan Pamekasan Abdul Fata menyampaikan, jumlah pokdakan di Kabupaten Pamekasan berkisar 50 kelompok, yang tersebar di 13 kecamatan, namun anggaran yang tersedia hanya mampu mengakomodir dua pokdakan.
Pihaknya mengaku, bantuan berupa sarana dan prasarana budidaya ikan tawar berada di dua lokasi berbeda. Pertama di Desa Waru Barat, Kecamatan Waru, kedua berada di Desa Bunder Kecamatan Pademawu, dengan nominal bantuan masing-masing Rp38.079.750.
“Yang jelas sudah melalui proses pengusulan, pokdakannya harus memenuhi syarat, salah satunya sudah memiliki badan hukum, dan anggotanya memiliki embrio usaha budidaya ikan,” ungkapnya, Selasa (3/12/2024).
Diungkapkannya, sebelum memberikan bantuan, pihaknya lebih dulu melakukan survey ke lapangan. Pihaknya hanya akan memberikan bantuan kepada kelompok yang memenuhi syarat.
Dijelaskannya, selama ini untuk bisa memberdayakan bidang perikanan tidak hanya mengandalkan anggaran yang berasal dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Pamekasan. Pihaknya juga terus melakukan koordinasi dengan Pemprov Jatim dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
“Sinergitas kami dengan provinsi itu, kemarin kami mendapatkan bantuan untuk pengembangan budi daya Lele di 10 titik, tetapi anggarannya melekat di provinsi, semua prosesnya ditangani provinsi, kami hanya sebagai pemilik wilayah saja,” tegasnya. (rul/pin)





