KABARMADURA.ID | PAMEKASAN-Secara umum tidak ada anggaran khusus untuk biaya sebagai peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan bagi para nelayan. Sebab ketersediaan anggaran cukup terbatas. Sehingga para nelayan harus mengeluarkan biaya pribadi untuk tergabung kepesertaan. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Perikanan (Diskan) Pamekasan Abdul Fata, melalui Kepala Bidang (Kabid) Perikanan Tangkap Jufri Effendy, Kamis (8/11/2023).
Menurutnya, kemampuan anggaran untuk mencakup kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan khusus para nelayan tidak belum bisa terpenuhi. Anggaran tahun ini hanya mampu untuk kegiatan sosialisasi terhadap kelompok nelayan. Dari kegiatan tersebut para nelayan diharapkan bisa mendaftarkan secara mandiri.
“Jadi kewenangan kami khusus pemberdayaan, pembinaan secara intens, kelompok usaha bersama (KUB) dengan mengikutkan teman-teman yang merupakan kepanjangan tangan dari BPJS Ketenagakerjaan,” ujarnya kepada Kabar Madura, Rabu (8/11/2023).
Pihaknya menuturkan, untuk jumlah nelayan di Pamekasan wilayah pesisir selatan maupun pesisir utara sekitar 10 ribu nelayan. Hanya saja yang mengikuti kegiatan tersebut sekitar 300 nelayan. Itupun melalui pendaftaran mandiri. Padahal dalam bekerja para nelayan cukup dipenuhi dengan resiko, lantaran bekerja di laut lepas.
“Jadi kami menghadirkan kelompok nelayan yang sudah terbentuk, di luar itu kan nelayan mandiri,” tuturnya.
Meski demikian, dia bertekad secara bertahap akan terus berupaya untuk mengikutsertakan para nelayan ke program BPJS Ketenagakerjaan. Tujuannya, demi keselamatan kerja setiap nelayan. Hanya saja secara mandiri. Sebab kemampuan APBD sejauh ini belum ada anggaran khusus.
“Anggaran kami sangat minim sekali, karena selain ada kegiatan lain ketika musim ikan, ada kegiatan mata pencaharian alternatif,” tegasnya.
Pewarta: Khoyrul Umam Syarif
Redaktur: Totok Iswanto





