DPRD Pamekasan Tekan Rancangan Pelatihan Kerja 2025 Harus Hadirkan Pembaharuan

News88 views

KABAR MADURA | Pelatihan kerja yang difasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan di triwulan keempat sudah terealisasi seratus persen. Yakni meliputi desain grafis, tata boga, tata rias, menjahit, dan bordir.

Sekretaris Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPR) Pamekasan Moh. Faridi menekankan, dalam perencanaan pelatihan kerja tahun depan harus ada pembaharuan atau inovasi. Artinya, pola dan jenis pelatihannya tidak sama seperti tahun sekarang.

Sebab, menurut politisi PKB itu, pelatihan kerja sangat berpengaruh terhadap kapasitas sumber daya manusia (SDM) yang ada di Pamekasan, utamanya dalam peningkatan ekonomi.

“Segala yang mengarah pada kapasitas SDM harus didorong. Jenis pelatihan kerja itu harus sesuai dengan kebutuhan masyarakat ataupun perusahaan. Bisa saja, jenis pelatihannya ditambah seperti tentang permesinan dan lain-lain,” ujarnya, Kamis (31/10/2024).

Baca Juga:  Dinkes Pamekasan Dalami Kematian Ibu Hamil Diduga akibat Pendarahan saat Persalinan

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Produktivitas Pelatihan Kerja Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Ketenagakerjaan (Diskop UKM dan Naker) Pamekasan Ika Yulia Rakhmawati mengungkapkan, semua paket jenis pelatihan tahun ini sudah selesai semua, per 29 Oktober 2024 lalu.

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

Saat ini, kata Ika, pihaknya sudah mulai merancang pola pelatihan yang lebih variatif untuk tahun mendatang. Disebutkan, terdapat beberapa jenis pelatihan yang akan ditambahkan, di antaranya pelatihan servis AC, servis motor, dan barista.

Baca Juga:  Kasus Narkoba Libatkan Anak di Bawah Umur, Dewan Pendidikan Pamekasan Dorong Upaya Preventif

Namun, dia menambahkan, dalam pelaksanaannya masih bergantung pada anggaran yang tersedia. Jika nanti anggaran yang didapat tidak bisa mengkaver semua jenis pelatihan yang sudah diproyeksikan, pihaknya akan memprioritaskan jenis pelatihan yang memiliki banyak peminat.

“Untuk yang terealisasi tahun ini tetap  direncanakan untuk tahun depan. Tapi nanti bergantung anggarannya juga. Kalau tahun ini, dapat Rp350 juta bersumber dari DBHCHT,” tutupnya. (nur/zul)

 

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *