KABAR MADURA | Pelatihan kerja yang difasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan di triwulan keempat sudah terealisasi seratus persen. Yakni meliputi desain grafis, tata boga, tata rias, menjahit, dan bordir.
Sekretaris Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPR) Pamekasan Moh. Faridi menekankan, dalam perencanaan pelatihan kerja tahun depan harus ada pembaharuan atau inovasi. Artinya, pola dan jenis pelatihannya tidak sama seperti tahun sekarang.
Sebab, menurut politisi PKB itu, pelatihan kerja sangat berpengaruh terhadap kapasitas sumber daya manusia (SDM) yang ada di Pamekasan, utamanya dalam peningkatan ekonomi.
“Segala yang mengarah pada kapasitas SDM harus didorong. Jenis pelatihan kerja itu harus sesuai dengan kebutuhan masyarakat ataupun perusahaan. Bisa saja, jenis pelatihannya ditambah seperti tentang permesinan dan lain-lain,” ujarnya, Kamis (31/10/2024).
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Produktivitas Pelatihan Kerja Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Ketenagakerjaan (Diskop UKM dan Naker) Pamekasan Ika Yulia Rakhmawati mengungkapkan, semua paket jenis pelatihan tahun ini sudah selesai semua, per 29 Oktober 2024 lalu.
Saat ini, kata Ika, pihaknya sudah mulai merancang pola pelatihan yang lebih variatif untuk tahun mendatang. Disebutkan, terdapat beberapa jenis pelatihan yang akan ditambahkan, di antaranya pelatihan servis AC, servis motor, dan barista.
Namun, dia menambahkan, dalam pelaksanaannya masih bergantung pada anggaran yang tersedia. Jika nanti anggaran yang didapat tidak bisa mengkaver semua jenis pelatihan yang sudah diproyeksikan, pihaknya akan memprioritaskan jenis pelatihan yang memiliki banyak peminat.
“Untuk yang terealisasi tahun ini tetap direncanakan untuk tahun depan. Tapi nanti bergantung anggarannya juga. Kalau tahun ini, dapat Rp350 juta bersumber dari DBHCHT,” tutupnya. (nur/zul)





