KABAR MADURA | Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo memberikan respon tentang usulan untuk memangkas tambahan penghasilan pegawai (TPP).
Munculnya ide untuk memotong TPP ASN lantaran adanya kebijakan efisiensi anggaran oleh pemerintah pusat. Kondisi itu mempengaruhi terhadap program-program yang direncanakan Pemkab Sumenep.
Bahkan akibat efisiensi anggaran itu, pembangunan infrastruktur hingga bantuan-bantuan ke masyarakat banyak yang tidak dilaksanakan. Lantaran banyak pos-pos anggaran yang dipotong. Sementara TPP masih aman.
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menyampaikan, Pemkab Sumenep memberikan TPP kepada ASN dalam rangka memacu kinerja mereka.
“Kita memberikan TPP untuk memacu kinerja ASN,” katanya, Minggu (22/6/2025).
Dijelaskan, TPP sendiri berdasarkan lima kriteria utama yang bersifat objektif, antara lain beban kerja, prestasi kerja, tempat bertugas dan kondisi kerja, serta kelangkaan profesi.
Bupati Fauzi saat ini sedang mempertimbangkan untuk memangkas TPP tersebut di tahun anggaran 2026 karena adanya kebijakan efisiensi.
“Akan dipertimbangkan untuk pemotongan itu,” pungkasnya. (ong/ara)





