Hadiri Undangan Bupati, Owner PR Cahaya Pro Beberkan Poin Pertemuan dengan Menteri Purbaya

Ekonomi, Headline94 views

KABAR MADURA | Owner PR Cahaya Pro, H. Fathor Rosi, menyita perhatian peserta rapat koordinasi (rakor) dengan Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman, Jumat malam (20/2/2026). Rakor bersama para pengusaha rokok tersebut dihadiri pimpinan Forkopimda dan pejabat Bea Cukai Madura.

Dalam kesempatan itu, H. Rosi membeberkan salah satu poin pertemuan dengan Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa pada November 2025 lalu. Yakni, H. Rosi menawarkan tarif cukai Sigaret Kretek Mesin (SKM) di atas Sigaret Kretek Tangan (SKT). SKT adalah rokok yang diproduksi secara manual, sedangkan SKM diproduksi menggunakan mesin.

“Kami menawarkan tarif cukai SKM di atas SKT, yakni Rp150 paling rendah atau Rp250 paling tinggi. Cukai SKT sendiri Rp122 per batang rokok,” terangnya.

Dijelaskan, pihaknya memenuhi undangan Menteri Purbaya dalam rangka mengetuk hati pemerintah pusat. Agar mereka lebih luwes dan terbuka terhadap pengusaha tembakau Madura, khususnya menciptakan layer-layer baru yang bisa kami jangkau.

Baca Juga:  Kinerja Tetap Berjalan di Tengah Efisiensi, Wakil DPRD Pamekasan Apresiasi Kepemimpinan Kiai Kholil-Sukri

“Kami menceritakan hal itu ke pengusaha rokok polos di Pamekasan, dia menyanggupinya; siap berpita cukai bila harganya Rp250 per batang untuk SKM. Kalau di atas harga tersebut, dia menyatakan tidak sanggup,” ungkapnya.

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

Ditegaskan, tidak ada pengusaha yang mau melawan negara. Semuanya ingin tidur enak; tidak ingin dihantui dengan kesalahan-kesalahan atau pelanggaran-pelanggaran. Oleh sebab itu, H. Rosi minta tolong ke Bea Cukai Madura bersama para OPD agar aspirasi dari bawah disampaikan ke pemerintah pusat.

Dapat Apresiasi Positif

Dalam kesempatan itu, penegasan H. Rosi mendapat apresiasi dari hadirin. Termasuk dari Bupati Kholilurrahman. Mantan Anggota DPR RI ini bertekad akan terus mengawal aspirasi para pengusaha tembakau ke pemerintah pusat.

Baca Juga:  Satgas dan DPRD Pamekasan Bakal Dalami Dugaan Selisih Menu MBG 3B di Kertagena Tengah

Dari pihak Bea Cukai Madura pun turut merespons positif. Apalagi selama ini target pendapatan cukai rokok yang diberikan ke Bea Cukai Madura cukup tinggi, yakni lebih dari Rp1,2 triliun. Namun, berkat kontribusi besar PR. Cahaya Pro dan para pengusaha rokok berpita cukai lainnya, pendapatan Bea Cukai Madura melampaui target. Yakni, tembus Rp1,7 triliun.

“Segera berlakukan tarif cukai murah, insya Allah teman-teman pengusaha rokok di Madura mau semua memakai pita seharga Rp250. Kalau nanti ada yang mau turun dari golongan 1 ke golongan 2, tentu peran pemerintah sebagai orang tua kami mohon diklasifikasi. Kalau mau memandang kami sebagai anak bangsa juga, Madura bagian dari bangsa Indonesia, tolong diperhatikan,” tukas H. Rosi. (rul/zul)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *