Harga Garam Terus Merosot Jelang Produksi, APG Curiga Impor Mulai Masuk

News307 views

KABAR MADURA | Memasuki musim produksi garam di Juli 2024 ini, Ketua Asosiasi Petambak Garam (APG) Abdul Hayat meminta ada perhatian kepada para petambak garam. Penyebabnya, dalam beberapa bulan terakhir, harga garam terus merosot.

“Saat ini para petambak garam perlu diperhatikan, sebab harga garam mulai turun,” kata Ketua APG Abdul Hayat, Kamis (4/7/2024).

Berdasarkan pantauan APG,  pada Januari dan Februari 2024, harga garam masih stabil, yakni Rp1.400 per kilogram. Namun, menjelang produksi pada saat ini terus turun tiap bulan, awalnya turun menjadi Rp1.200 per kilogram. Lalu pada  April Rp1.000 per kilogram, namun kini turun jadi Rp700 per kilogram.

“Kalau harga garam ini murah tentu akan berdampak pada para petambak kan, penurunan harga garam sangat terasa sejak Maret 2024,” turtur Hayat.

Baca Juga:  Harga Ideal Garam di Pamekasan Dipatok Rp1.250 per Kg, Diskan Targetkan Produksi Tembus 125 Ribu Ton

Hayat menduga, turunnya harga garam karena garam impor mulai masuk ke Indonesia. Sementara stok di kalangan petambak masih ada.

Dia mengutarakan, dalam waktu dekat akan mendatangi pemerintah, utamanya organisasi perangkat daerah (OPD) teknis serta Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep, agar masalah ini dapat diselesaikan.

“Kami akan terus perjuangkan, supaya ini teratasi,” kata pria yang akrab disapa Ubet ini.

Dia menambahkan, penerapan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 126 tahun 2022 tentang Percepatan Pembangunan Kesejahteraan Nasional kurang begitu maksimal. Karena hingga saat ini garam impor masih masuk. Padahal dalam perpres itu membahas seputar upaya pemerintah mengatasi ketergantungan terhadap impor garam.

“Kami kasian para petambak garam, jikalau harga begini, maka jelas harga garam tidak berpihak pada para petani,” ucap dia.

Baca Juga:  Harga Ideal Garam di Pamekasan Dipatok Rp1.250 per Kg, Diskan Targetkan Produksi Tembus 125 Ribu Ton

Sementara itu, anggota Komisi II DPRD Sumenep Juhari sangat prihatin atas menurunnya harga garam. Dia berjanji akan terus memperjuangkan harga garam. Selain itu, pemerintah dituntut turun tangan mengatasi persoalan ini.

“Kami akan segera rapatkan masalah harga garam ini di internal komisi II, setelah itu akan kami  tindaklanjuti, supaya harga garam naik lagi,” ucap politisi PPP ini

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Perikanan Budidaya Dinas Perikanan dan Kelautan Sumenep Edie Ferrydianto mengatakan, persoalan harga garam itu akan diusahakan. Mengenai sosialisasi pada para petambak sudah dilakukan. Namun, tahun ini tidak ada bantuan khusus bagi para petambak.

“Keterbatasan anggaran menjadi kendala kami,” ucap pria yang biasa disapa Didit ini.

Pewarta: Imam Mahdi

Redaktur: Wawan A. Husna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *