KABAR MADURA | Komite Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan sanksi kepada Madura United buntut pelanggaran pada laga kontra PSIM Yogyakarta yang digelar 10 Januari lalu. Dalam putusan itu, Laskar Sape Kerrab dikenai total denda sebesar Rp140 juta.
Sanksi itu dijatuhkan akibat penyalaan flare oleh suporter serta dua kartu merah yang diterima pemain Madura United dalam pertandingan tersebut.
Menanggapi keputusan itu, manajemen Madura United menyatakan menghormati putusan Komdis PSSI. Namun demikian, denda itu dijadikan bahan evaluasi serius bagi internal klub, terutama menyangkut kedisiplinan pemain dan pengelolaan suporter.
“Denda total Rp140 juta menjadi bahan evaluasi serius bagi klub,” ujar Direktur Utama (Dirut) PT. Polana Bola Madura Bersatu (PBMB) Annisa Zhafarina, Kamis (29/1/2026).
Meski menerima sanksi, pihaknya juga menekankan pentingnya ketegasan dan konsistensi perangkat pertandingan dalam memimpin laga. Menurut Nisa, masih kerap ditemukan keputusan pelanggaran yang dinilai tidak masuk akal dan berpotensi memicu emosi pemain di lapangan.
“Hal ini perlu menjadi perhatian bersama demi menjaga kualitas, sportivitas, dan keadilan kompetisi,” tegasnya.
Ke depan, Madura United berkomitmen melakukan pembenahan internal demi menciptakan tim yang lebih disiplin dan profesional. Nisa juga berharap, seluruh pihak yang terlibat dalam kompetisi dapat menjalankan perannya secara adil dan bertanggung jawab agar kompetisi berjalan lebih sehat.
Selain itu, dia turut mengingatkan peran penting suporter dalam menjaga kondusivitas pertandingan. Nisa berharap, dukungan yang diberikan tetap menjunjung tinggi sportivitas.
“Kita pernah menjadi best supporter pada musim 2023/2024. Mari terapkan kembali semangat Madrudji,” tutupnya. (nur/zul)





