Koneksi Jaringan dan Lemahnya Pemahaman Opdes Hambat Pembentukan Layanan Sip Pak Kades di Pamekasan

News128 views

KABAR MADURA | Pemerataan program Sip Pak Kades yang digagas Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Pamekasan, pada tahun ini baru mencapai 97 desa/kelurahan dari total 178 desa dan 11 kelurahan yang tersebar di 13 kecamatan se-Pamekasan.

Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) Disdukcapil Pamekasan Amir Kosim mengatakan, pemerataan program Sip Pak Kades di wilayahnya ditarget selesai tahun ini. Menurutnya, per April 2025, pihaknya mengaku telah menambah 29 desa membentuk layanan Sip Pak Kades.

“Program ini kita jalankan bulan April lalu. Sebelum bulan itu, jumlah Sip Pak Kades di Pamekasan baru 68, itupun sejak 2024. Makanya, kita pasang target tahun ini selesai,” ungkapnya, Kamis (1/5/2025).

Baca Juga:  Disdukcapil Pamekasan Klarifikasi Iuran Rp2,6 Juta Peserta Bimtek

Diketahui, program Sip Pak Kades bertujuan untuk mempermudah masyarakat dalam mengurus dokumen administrasi kependudukan, seperti pemisahan Kartu Keluarga (KK) hingga pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA), tanpa harus datang ke kantor Disdukcapil Pamekasan.

Amir mengungkapkan bahwa untuk membentuk satu unit Sip Pak Kades, dibutuhkan anggaran sekitar Rp20 hingga Rp25 juta. Dana itu digunakan untuk pengadaan perangkat, seperti komputer, printer, serta pemenuhan persyaratan administrasi, pelatihan dan lainnya.

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

“Untuk pembentukan, kami tidak menganggarkannya. Karena anggaran itu dijatah dari dana dena (DD),” tambahnya.

Baca Juga:  Disdukcapil Pamekasan Buka Layanan Malam untuk Aktivasi IKD, Baru Capai 4 Persen

Dalam proses pembentukan itu, Dispendukcapil Pamekasan mengklaim ada dua hal yang menjadi hambatan utama di lapangan, seperti koneksi jaringan yang tidak normal, serta lemahnya pemahaman operator des (Opdes) a di bidang teknologi informasi (IT).

Amir berharap, agar semua operator desa yang bertugas untuk menjalankan program itu sesuai dengan dengan kemampuannya. “Kami tetap optimis, secara bertahap program ini akan merata dan berjalan maksimal. Karena selain kita membentuk, kita juga memberikan bimbingan teknisnya,” pungkasnya. (km62/din)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *