KABAR MADURA | Di tengah efisiensi anggaran, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Sumenep dituntut untuk benar-benar selektif dalam menentukan penerima program beasiswa tahun ini.
Hal itu disampaikan oleh anggota Komisi IV DPRD Sumenep, M Ramzi, Kamis (13/2/2025). Menurutnya, tahapan pengajuan dan verifikasi harus dilakukan secara ketat. Berkaca pada tahun sebelumnya, ditemukan penerima beasiswa itu berasal dari luar Sumenep.
“Khawatir seperti tahun lalu, masih ada penerima luar Sumenep yang masuk sebagai daftar, sehingga harus direvisi penerimanya,” ujarnya.
Politisi Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) itu menekankan, program beasiswa ini segera terealisasi. Sehingga, bantuan biaya pendidikan itu bisa cepat dinikmati oleh penerima manfaat.
Kepala Dinsos P3A Sumenep Mustangin mengungkapkan, pada 2025 jumlah penerima program beasiswa itu lebih sedikit dari tahun-tahun sebelumnya. Diketahui, tahun lalu hampir 500 penerima, namun tahun ini hanya sekitar 156 penerima.
“Setiap mahasiswa akan menerima Rp390 juta. Itu khusus bagi mereka yang benar-benar kurang mampu,” tegasnya, Kamis (13/2/2025).
Pihaknya akan segera melakukan verifikasi penerima beasiswa tersebut. Verikasi akan dilakukan dengan turun ke rumah dan kampus calon penerima. Hal ini dilakukan agar pemberian beasiswa tepat sasaran.
“Kami akan pastikan sesuai ketentuan dan persyaratan-persyaratan yang berlaku, dan dipastikan program itu tepat sasaran,” pungkasnya. (ara/zul)





