PASURUAN – Menjelang Hari Raya Idulfitri, Polres Pasuruan mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap peredaran uang palsu, terutama saat menukar uang baru.
Kebiasaan menukar uang menjelang Lebaran terkadang dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk mengedarkan uang palsu di tengah masyarakat.
Kapolres Pasuruan AKBP Jazuli Dani Iriawan menegaskan, pihaknya telah mengambil sejumlah langkah antisipatif guna mencegah peredaran uang palsu.
“Kami mengimbau masyarakat agar lebih teliti dalam menerima uang tunai. Pastikan keasliannya dengan metode 3 D (dilihat, diraba, diterawang) atau dengan menukarkan uang di tempat resmi seperti perbankan,” ujar AKBP Jazuli, Selasa (25/3/2025).
Selain itu, Polres Pasuruan juga meningkatkan pengawasan terhadap jasa penukaran uang yang marak menjelang Lebaran. Langkah ini dilakukan untuk memastikan bahwa uang yang beredar di masyarakat adalah uang asli dan sesuai standar yang ditetapkan oleh Bank Indonesia.
“Kami juga telah bekerja sama dengan pihak perbankan untuk memastikan adanya tanda keaslian atau pengemasan khusus pada uang yang ditukarkan, sehingga masyarakat lebih mudah dalam mengenali keasliannya,” tambahnya.
Terpisah, Wardah masyarakat Pasuruan membenarkan pentingnya tukar uang di tempat resmi.
“Masyarakat harus lebih waspada dan tidak mudah tergiur dengan jasa penukaran uang yang tidak jelas asal-usulnya. Pastikan hanya menukar uang di tempat yang terpercaya,” ujar AKBP Jazuli.
Dengan adanya langkah-langkah itu, diharapkan masyarakat dapat menjalani perayaan Idul Fitri dengan lebih aman dan nyaman, tanpa khawatir terkena peredaran uang palsu. (rul/zul)





