KABAR MADURA | Menjelang tutup tahun anggaran 2025, progres dari program rehabilitasi sekolah di Sumenep baru mencapai sekitar 30 persen. Padahal, proyek renovasi bangunan sejumlah sekolah senilai Rp29,3 miliar ini ditargetkan rampung pada Desember 2025 agar bisa digunakan siswa di tahun ajaran baru mendatang.
Program rehabilitasi yang dilaksanakan Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep ini mencakup puluhan sekolah dasar (SD), taman kanak-kanak (TK), dan sekolah menengah pertama (SMP), baik di wilayah daratan maupun kepulauan. Fokusnya bukan sekadar mempercantik tampilan sekolah, tetapi memastikan keselamatan, kelayakan ruang belajar, serta pemberdayaan masyarakat lokal.
Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Disdik Sumenep Ardiansyah Ali Sochibi mengatakan sebagian besar pekerjaan saat ini masih dalam tahap struktur dan perbaikan ruang kelas rusak sedang hingga berat.
“Progres fisiknya sekitar 30 persen per pertengahan Oktober. Kami terus melakukan monitoring agar semua pekerjaan selesai sesuai target pada Desember,” ujarnya, Rabu (15/10/2025).
Dia menyebutkan, dari total anggaran Rp29.343.457.067,00, dana terbesar berasal dari APBN senilai Rp22,19 miliar untuk merehabilitasi 13 SD, empat SMP, dan lima TK, sedangkan APBD Sumenep mengalokasikan Rp7,15 miliar bagi 16 SD.
Ruang lingkup pekerjaan meliputi perbaikan ruang kelas, pembangunan dan renovasi toilet siswa dan guru, revitalisasi unit kesehatan sekolah (UKS), perpustakaan, serta ruang guru. Menariknya, proyek ini menerapkan dua model pelaksanaan: sistem swakelola untuk dana APBN, dan skema non-faktual untuk dana APBD.
“Kami optimistis bisa mengejar ketertinggalan progres. Prinsipnya, kualitas dan keselamatan bangunan tetap nomor satu,” tegas Ardiansyah. (ara/waw)





