KABAR MADURA | Oknum perangkat Desa Tlambah, Kecamatan Karangpenang, diduga melakukan pungutan liar (pungli) dalam pelaksanaan program pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) tahun 2024.
Salah seorang warga Desa Tlambah, yang enggan disebutkan namanya, mengungkapkan, lahan miliknya sudah dilakukan pengukuran dan perlengkapan berkas. Akan tetapi, sampai saat ini sertifikat tanah miliknya belum diberikan. Padahal, dirinya sudah membayar Rp500 ribu per bidang tanah sesuai permintaan oknum perangkat desa setempat.
Menurutnya, pembayaran itu dilakukan dalam dua tahap. Pertama saat hendak dilakukan pengukuran dan pemberkasan sebesar Rp250 ribu. Kemudian tahap kedua pada penyerahan dan pengambilan sertifikat sebesar Rp250 ribu.
“Sebenarnya saya sangat keberatan dengan besaran biaya ini, sudah mengarah terhadap praktik pungli. Saya harap ada pengembalian dana dan pihak penegak hukum dapat berinisiatif untuk menindaknya,” ungkapnya kepada Kabar Madura, Minggu (20/4/2025).
Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Tlambah Moh. Cholil enggan menjelaskan dengan detail soal biaya pembuatan sertifikat tanah melalui program PTSL tersebut. Dia berdalih tidak mengetahui permasalahan PTSL itu.
“Soal PTSL itu, saya sudah serahkan ke perangkat desa,” tuturnya.
Sepengetahuannya, kata Kades Cholil, saat ini masih dalam proses perlengkapan dan penandatanganan berkas. Lambatnya proses ini terjadi lantaran tenaga di Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sampang kurang memadai.
“Maaf, saya belum sempat menanyakan progresnya, saya belum tahu secara detail, bisa ditanyakan ke Pak Carek saja,” ungkapnya.
Sedangkan Kepala Sub Bagian (Kasubag) BPN Sampang Syaiful menegaskan, pelaksanaan program PTSL tahun 2024 sudah tuntas per bulan Desember 2024 lalu. Sementara untuk tim pelaksana PTSL tahun 2024 ada tiga tim, di antaranya tim penataan batas, perbaikan bentuk bidang, dan penyerahan sertifikat.
“Kalau penyerahan sertifikat PTSL ini sudah selesai semua,” ungkapnya. (km91/sub/din)






Iya saya juga kena 750 dan itupun salah satu perangkat desanya ngomong harus bayar lagi pas sudah jadi dan ga semuanya itu jadi, jika ga jadi hangus uang yg sudah bayar itu, bagus negeri ini