KABAR MADURA | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan berikan bantuan 285 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) selama 2024 kepada warga yang tergolong prasejahtera. Program tersebut merupakan bagian dari langkah strategis untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan tempat tinggal yang lebih layak.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Pamekasan Muharram menyampaikan, 285 unit bantuan RTLH tersebut tersebar di 13 kecamatan. Anggaran masing-masing titik senilai Rp17.500.000.
Rincian program yang didanai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pamekasan tersebut adalah Rp15 juta untuk belanja bahan material bangunan, Rp2,5 juta sisanya untuk jasa tukang bangunan.
“Alhamdulillah kami sudah tuntaskan 285 bantuan RTLH 2024, insya Allah untuk 2025 akan dilaksanakan kembali,” paparnya, (5/1/2025).
Sebelum mendapat bantuan, setiap calon penerima diverifikasi terlebih dahulu persyaratannya, mulai dari syarat administrasi dan kesiapan lahan untuk bangunan yang akan menjadi titik sasaran, kemudian dilakukan sosialisasi.
Ketika calon penerima sudah memastikan kesiapannya untuk dibangun rumahnya, maka dilakukan survei toko yang akan menjadi tempat pembelian bahan bangunan yang dibutuhkan sesuai dengan kebutuhan pembangunan.
“Kami pastikan dari setiap persyaratan dan tahapan pembangunan sesuai dengan ketentuan,” tegasnya. (rul/waw)





