Pemkab Pamekasan Siapkan Anggaran Rp200 Juta untuk Revitalisasi Taman Arek Lancor 

Berita111 views

KABAR MADURA | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) berencana melakukan revitalisasi kawasan Taman Arek Lancor pada tahun ini. Program ini difokuskan pada pembangunan grass block, yaitu paving ramah lingkungan yang berfungsi sebagai daerah resapan air untuk menjaga keseimbangan ekosistem di kawasan alun-alun kota.

Kepala Bidang (Kabid) Perencanaan, Kajian Dampak Lingkungan dan Pemeliharaan Lingkungan Hidup DLH Pamekasan Agus Priambodo menjelaskan, revitalisasi itu akan dilaksanakan setelah perubahan anggaran keuangan (PAK) tahun berjalan, dengan catatan waktu pelaksanaan masih memungkinkan dan pekerjaan difokuskan pada area resapan air.

“Kami akan membangun grass block, yaitu paving yang bisa menyerap air hujan. Selain itu, juga akan dibuat daerah resapan air di sisi utara Arek Lancor, tepatnya di depan Kantor Pos,” ungkap Agus, Selasa (15/10/2025).

Pembangunan grass block di kawasan Arek Lancor merupakan bagian dari tindak lanjut catatan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Kementerian menekankan pentingnya keberadaan area resapan air di kawasan perkotaan, terutama di area publik yang memiliki permukaan jalan beraspal penuh seperti Arek Lancor.

Baca Juga:  Hadiri Penutupan Pamekasan Economic Fest 2026, Ketua PWI: HIPMI Luar Biasa!

“Selama ini seluruh jalan di sekitar Arek Lancor beraspal, sehingga air hujan sulit meresap ke tanah. Sebab itu, kami berinisiatif membuat area yang bisa menyerap air sebagai upaya menjaga keseimbangan lingkungan,” jelasnya.

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

Anggaran yang disiapkan untuk proyek itu sekitar Rp200 juta, yang bersumber dari pos revitalisasi lingkungan perkotaan pada DLH Pamekasan.

Selain kegiatan revitalisasi, DLH Pamekasan juga terus melakukan pemeliharaan rutin terhadap taman kota dan fasilitas publik, terutama di area Arek Lancor yang menjadi ikon pusat kota. Beberapa fasilitas permainan anak di kawasan tersebut diketahui sering mengalami kerusakan akibat penggunaan yang tidak sesuai, bahkan kerap dimainkan oleh orang dewasa.

“Kami terus melakukan pengecekan secara berkala. Jika ditemukan besi atau bagian alat permainan yang patah, langsung kami las agar tidak membahayakan pengunjung, terutama anak-anak,” papar Agus.

Upaya pemeliharaan tidak hanya dilakukan di Taman Arek Lancor, tetapi juga di beberapa taman kota lainnya, seperti Taman Potre Koneng, Taman Adipura, Taman Bahagia, dan Taman Cemanis.

Baca Juga:  Diduga Perkosa 2 Anak di Bawah Umur selama 5 Tahun, Polres Pamekasan Ringkus Oknum Guru Ngaji

Agus menambahkan, DLH Pamekasan turut memberikan perhatian terhadap kondisi median jalan di kawasan Trunojoyo. Pasalnya, pot tanaman yang berada di median tersebut sering mengalami kerusakan akibat tertabrak kendaraan.

“Pot median jalan itu sering tertabrak karena posisinya kurang tinggi dan kurang terlihat oleh pengendara. Kami sudah berkoordinasi dengan pihak pengelola jalan nasional untuk mencari solusi penanganannya,” imbuhnya.

Program revitalisasi dan pemeliharaan taman tersebut menjadi bagian dari upaya DLH Pamekasan menjaga keindahan kota sekaligus fungsi ekologis ruang terbuka hijau (RTH). Pemerintah daerah berharap langkah tersebut dapat meningkatkan kualitas lingkungan sekaligus kenyamanan warga yang beraktivitas di pusat kota.

“Arek Lancor bukan sekadar ikon kota, tetapi juga paru-paru hijau Pamekasan. Kami ingin memastikan kawasan ini tetap indah, aman, dan berfungsi ekologis,” pungkas Agus. (rul/ong)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *