KABAR MADURA | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep memiliki strategi tersendiri dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Yakni untuk memperluas kesempatan kerja. Salah satunya dengan membangun gedung Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT) yang berlokasi di Kecamatan Guluk-guluk.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Diskop UKM dan Perindag) Sumenep menegaskan, untuk melanjutkan pembangunan gedung KIHT di tahun 2024 ini, dianggarkan sekitar Rp119 juta. Anggaran itu untuk pembangunan taman yang mendukung lingkungan kerja yang nyaman.
“Kesempatan kerja semakin terbuka dengan dibangunnya gedung KIHT, kemudian masyarakat mendapatkan tempat yang nyaman, serta layak,” tuturnya.
Kemudian dari DBHCHT juga dialokasikan Rp1 miliar. Anggaran tersebut untuk pembangunan pagar kawasan, pos jaga, ornamen, gerbang pintu utama, infrastruktur jalan, drainase, dan pengadaan air baku. Selain itu, Rp200 juta digunakan untuk pengadaan jaringan internet dan closed-circuit television (CCTV). Sisanya, Rp193 juta untuk pemasangan dan pembangunan tiang oktagonal PJU KIHT.
“Kami memastikan penggunaan anggaran ini secara transparan dan akuntabel. Setiap program yang dilaksanakan akan dievaluasi untuk memastikan dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat,” paparnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setkab Sumenep Dadang Dedy Iskandar tetap optimis bahwa semua anggaran DBHCHT dapat berdampak pada masyarakat Sumenep yang lebih baik.
Dia memastikan, dengan adanya KIHT, kesempatan kerja bagi masyarakat sangat terbuka, utamanya untuk bekerja di perusahaan rokok. Pemerintah juga berkomitmen dalam memperluas lapangan pekerjaan yang berkaitan dengan tembakau serta lainya.
“Semoga nantinya dapat mendukung peningkatan keterampilan tenaga kerja lokal Sumenep dan tidak ada kendala dalam pembangunannya serta cepat selesai,” kata dia. (imd/waw)





