KABAR MADURA | Pengoperasian portal elektrik Pasar Anom di Sumenep sempat dijanjikan mulai pekan pertama Januari 2024. Namun hingga saat ini tidak kunjung dimulai, bahkan belum diresmikan.
Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep Juhari menyayangkan program tersebut tidak segera berjalan atau berfungsi, karena sudah miliaran rupiah dana yang dihabiskan untuk pengadaannya.
“Katanya mau difungsikan awal-awal tahun, sekarang masuk pertengahan belum ada kabar, kami perhatikan belum diterapkan,” kata dia.
Sehingga politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sumenep itu menginginkan dinas terkait untuk terbuka dengan apa yang sebenarnya menjadi kendala.
“Nanti masih minta anggaran lagi, kan program tersebut bertujuan agar pendapatan pasar tidak bocor, jika dibiarkan kan tidak sesuai tujuan,” imbuhnya.
Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perindustrian Perdagangan (Diskop UKM dan PP) Sumenep Chainur Rasyid menyampaikan bahwa dalam waktu dekat ini portal elektrik Pasar Anom segera difungsikan.
“Masih uji coba pengoperasian aplikasi, atau melakukan tes, insya Allah minggu depan kami resmikan” kata dia.
Beberapa operator sudah dilatih mengoperasikannya. Terdapat sekitar 15 operator di tiga pintu portal. Mereka akan bekerja secara bergiliran, termasuk pengaturan setiap harinya harus dibagi beberapa pengaturan masuk dan pulang kerja secara bergiliran.
“Kami itu membutuhkan belasan orang untuk satu hari, karena akan dibagi 3 shift,” imbuhnya.
Pihaknya juga sudah membagi teknisnya, ada dua pintu untuk jalur mobil, yaitu pintu barat dan selatan. Sedangkan untuk jalur motor, becak di pintu utara. Sesuai tujuan, portal elektrik Pasar Anom ini untuk memudahkan masyarakat saat berkunjung ke pasar yang berada di Kota Sumenep itu.
“Sehingga pengunjung Pasar Anom Sumenep tidak lagi menggunakan karcis manual, melainkan sistem online yang terintegrasi pada pusat komputer yang ada,” paparnya.
Pewarta: Moh. Razin
Redaktur: Wawan A. Husna





