Perputaran Uang Tembakau 2025 di Pamekasan Diprediksi Capai Rp2,5 Triliun

Ekonomi, Berita176 views

KABAR MADURA | Salah satu potensi pertanian yang cukup menjanjikan di Pamekasan adalah tembakau. Beberapa musim terakhir, nilai uang dari tanaman daun emas tersebut mencapai triliunan. 

Perputaran uang dari tata niaga tembakau pada masa panen di Pamekasan terus menunjukkan angka signifikan dalam tiga tahun terakhir. Data resmi mencatat, pada musim panen 2024 nilai perputaran uang tembakau mencapai Rp2,3 triliun.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan Basri Yulianto menyampaikan,  tren kenaikan ini menunjukkan geliat positif perekonomian masyarakat, khususnya petani tembakau. 

Menurutnya, komoditas tembakau masih menjadi penopang utama roda ekonomi di daerah. Sehingga wajar, jika tembakau masih menjadi primadona para petani di Pamekasan.

“Kalau kita lihat dari data tiga tahun terakhir, nilainya meningkat tajam. Tahun 2022 perputaran uang mencapai Rp696 miliar, tahun 2023 naik menjadi Rp1,59 triliun, dan pada 2024 melonjak hingga Rp2,3 triliun. Ini pertumbuhan yang luar biasa,” ungkap Basri, Rabu (21/8/2025).

Dipaparkan, untuk potensi perputaran uang dari tata niaga tembakau di 2025 diperkirakan Rp2,5 triliun. Hal itu juga dipengaruhi banyaknya perwakilan pabrikan nasional di Pamekasan.

Oleh karena itu, hasil tembakau petani dari kabupaten tetangga, yakni Sumenep dan Sampang banyak yang dijual di pabrikan yang di Pamekasan. 

“Jadi perputaran uang hanya satu kali musim antara tiga sampai empat bulan itu,” imbuhnya. 

Berdasarkan data Disperindag Pamekasan, jumlah tonase tembakau yang dipanen juga mengalami kenaikan. Pada 2022 tercatat 13,9 juta kilogram, kemudian meningkat menjadi 26,5 juta kilogram pada 2023, dan mencapai 32,9 juta kilogram pada 2024. 

Baca Juga:  Diversifikasi Lahan, Petani Tembakau Pamekasan Didorong Tanam Bawang Merah

Tidak hanya naik di angka tonase, harga rata-rata per kilogram juga mengalami penyesuaian, dari Rp50 ribu pada 2022 menjadi Rp70 ribu pada 2024. 

“Jadi antara tataniaga dan industri ini sesuatu yang berkaitan erat di Pamekasan,” ujarnya. 

Basri menambahkan, peningkatan tersebut tidak hanya memberikan dampak langsung pada petani, tetapi juga sektor-sektor pendukung lainnya, seperti transportasi, perdagangan, hingga jasa. 

Multiplayer effect dari perputaran uang ini sangat besar. Banyak sektor yang ikut merasakan manfaatnya,” pungkasnya. (rul/ong)

 

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *