KABAR MADURA | Food colony Sae Salera mulai ditata ulang. Penataan tersebut dilakukan setelah sejumlah pedagang kaki lima (PKL) Arek Lancor berhasil direlokasi ke sentra kuliner UMKM tersebut, sejak Senin (20/1/2025). Akibatnya, terdapat beberapa penyesuaian aturan yang harus diberlakukan, salah satunya penataan parkir.
Kepala Bidang (Kabid) Parkir Dinas Perhubungan (Dishub) Pamekasan Suhardjo mengatakan, sementara ini tidak diberlakukan tarif atau retribusi parkir di kawasan food colony yang berada di Jalan Kesehatan, Barurambat Kota tersebut. Pasalnya, aktivitas di dalamnya belum stabil karena sedang proses penataan PKL. Sehingga, pedagang ataupun pengunjung tidak dikenai tarif parkir seperti biasa.
“Terkait sampai kapannya, belum ada komunikasi lebih lanjut. Begitupun dengan penyesuaian aturan lainnya, masih belum ada petunjuk. Tunggu penataan PKL rampung,” terangnya, Selasa, (21/1/2025).
Sebelumnya, Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Pamekasan Ach. Faisol mengatakan, Pemkab Pamekasan akan menata ulang food colony. Pihaknya memutuskan, para PKL Arek Lancor yang sudah bersedia direlokasi akan ditempatkan di sisi timur atau di luar kios. Dengan begitu, konsep drive thru tetap bisa dilakukan seperti di Arek Lancor. Sehingga masyarakat ataupun penjual bisa lebih mudah dalam melakukan transaksi jual beli.
Pihaknya memastikan, fasilitas di sentra PKL yang dibangun sejak pemerintahan Bupati Baddrut Tamam itu sepenuhnya bisa dipenuhi dan dinikmati oleh PKl. Dikatakan Faisol, relokasi itu dilakukan guna menertibkan PKL yang masih mangkal di Arek Lancor, mengingat kawasan tersebut merupakan zona terlang untuk berjualan.
“Penertiban ini bukan untuk melarang PKL berjualan. Tetapi kami hanya memindahkan tempat untuk berjualan, yakni dipindah ke Food Colony. Kami sudah men-setting di mana tempat parkir, dan lainnya,” jelasnya. (nur/waw)





