Program Kusuka Sepi Peminat, Diskan Dinilai Gagal

News93 views

KABAR MADURA | Pemkab Sumenep perlu mengevaluasi program pengadaan Kartu Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan (Kartu Kusuka). Sebab, hingga saat ini nelayan di Sumenep belum sepenuhnya terkaver.

Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep Juhari mengutarakan, OPD teknis perlu melakukan pendekatan secara persuasif kepada para nelayan mengenai kartu Kusuka.

“Itu kan diprogram setiap tahun, masak tidak dapat mengikat hati para nelayan untuk ikut program tersebut. Kalau begitu, gagal dong program itu,” ujarnya, Kamis (30/5/2024).

Menurutnya, pendataan para nelayan hingga saat ini harus benar-benar valid, sehingga dapat diikutkan pada program Kartu Kusuka. Jika hingga tahun masih sepi peminat, maka program itu gagal.

“Mulai saat ini, mumpung masih bekim sampai akhir tahun, maka perlu disosialisasikan secara persuasif dan masif,” tandasnya.

Baca Juga:  Anggota DPRD Sumenep Tolak Wacana Kenaikan Iuran BPJS

Politisi PPP ini menegaskan, program Kusuka diluncurkan sejak tahun 2017 lalu. Sudah ada waktu tujuh tahun, di rentan waktu itu para nelayan sudah semestinya ikut progtam itu.

“Agar tidak terkesan formalitas, maka diharapkan semua nelayan dapat ikut program itu. Jika tidak, maka perlu evaluasi, apakah perlu program itu dihapus atau seperti apa,” tegasnya.

Diketahui, berdasarkan data Diskan Sumenep, ada sebanyak 34.000 nelayan di Kota Keris ini. Namun, yang ikut program Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Dinas Perikanan (Diskan) Sumenep masih sekitar 21 ribu lebih.

Kepala Diskan Sumenep Agustiono Sulasno melalui Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Perikanan Tangkap Joni Hariyanto mengakui, bahwa para nelayan di Sumenep tidak sepenuhnya ikut program kartu kusuka.

Baca Juga:  Pemkab–DPRD Sumenep Perkuat Sinergi, Dorong Pembangunan Berkelanjutan

Pihaknya masih terus melakukan sosialisasi. Para nelayan tidak memiliki kartu Kusuka itu sulit terdeteksi. “Sehingga, pada saat adanya bantuan mengenai kesejahteraan nelayan, pasti tidak mendapatkan,” ujarnya.

Ia berdakih, bahwa sosialissi terus dilakukan, namun tidak dilakukan secara persuasif, dengan alasan, karana membutuhkan waktu yang lama.

“Jadi hal itu perlu proses, dalam mengikutkan semua nelayan atas Kusuka itu. Program itu bertujuan memajukan kehidupan masyarakat yang bekerja sebagai nelayan. Makanya perlu memiliki kartu Kusuka,” ucap Joni

Basir (39), nelayan asal Saronggi mengatakan, hingga saat ini, tidak tahu tentang program kartu kusuka itu, dirinya hanya bekerja sebagai nelayan, tanpa ada campur tangan pemerintah.

“Jika ada program, atau semacam kartu itu, saya tidak tahu,” akunya

Pewarta: Imam Mahdi
Redaktur: Fathor Rahman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *