Satgas MBG Sampang Minta Masyarakat Ikut Awasi Realisasi Program MBG

Berita53 views

KABAR MADURA | Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Sampang mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif dalam mengawasi pelaksanaan program tersebut. Langkah ini sebagai wujud komitmen memastikan program andalan Presiden Prabowo Subianto itu berjalan transparan, tepat sasaran, dan sesuai ketentuan.

Ketua Satgas MBG Sampang H. Ahmad Mahfud menegaskan, partisipasi masyarakat sangat penting guna mencegah terjadinya penyimpangan dalam pelaksanaan program. Pengawasan diperlukan sejak proses distribusi bahan makanan, kualitas menu, hingga penyaluran kepada siswa penerima manfaat.

“Kami meminta masyarakat terutama pihak sekolah sebagai penerima manfaat aktif memberikan masukan apabila menemukan menu yang kurang layak. Pengawasan masyarakat sangat dibutuhkan agar program ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh anak-anak sekolah dasar,” ujarnya kepada Kabar Madura, Rabu (8/10/2025).

Baca Juga:  Seleksi PPPK Sekolah Rakyat 2026 Dibuka, Dinsos Pamekasan Pastikan Tidak Ada Jalur Prioritas

Dia menambahkan, keberlangsungan program MBG sangat bergantung pada keterlibatan dan optimisme masyarakat. Bahkan, kelalaian dalam pelaksanaan program itu bisa berdampak serius.

“Di daerah lain sudah ada pencabutan izin terhadap SPPG karena kelalaian menjaga mutu makanan, saya berharap kejadian serupa tidak terjadi di Sampang,” ungkapnya.

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

Sementara itu, aktivis pendidikan, Nurul Hasan, menyambut baik langkah Satgas MBG yang melibatkan masyarakat dalam proses pengawasan. Menurutnya, upaya tersebut dapat memperkuat akuntabilitas pelaksanaan program MBG.

Baca Juga:  Pemkab Pamekasan Buka Pelatihan Kerja Gratis 2026, Ini 5 Bidang yang Dibutuhkan Pasar

“Program ini sangat bagus, tapi tanpa pengawasan bersama bisa rawan diselewengkan. Jadi, peran masyarakat harus terus didorong,” tegasnya.

Program MBG di Sampang sendiri telah menyerap lebih dari 1.700 tenaga kerja lokal dan melibatkan puluhan UMKM. Kendati demikian, sejumlah pihak masih menyoroti aspek transparansi, terutama terkait pengelolaan anggaran dan mekanisme distribusi makanan. (yan/zul)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *