KABAR MADURA | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep terus menunjukkan komitmen kuat dalam membangun desa yang maju dan terarah melalui program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik).
Di bawah kepemimpinan Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo, program ini hadir bukan sekadar sebagai inovasi, tetapi sebagai langkah visioner untuk memastikan pembangunan desa berjalan tepat sasaran.
Bupati Fauzi menegaskan bahwa data merupakan fondasi utama dalam setiap kebijakan. Tanpa data yang akurat dan mutakhir, pembangunan berisiko tidak menyentuh kebutuhan riil masyarakat.
“Pembangunan tanpa data ibarat berjalan dalam gelap. Dengan data yang kuat, kita bisa memastikan arah kebijakan benar-benar berpihak kepada masyarakat,” ujarnya.
Program Desa Cantik menjadi bukti nyata kepemimpinan yang mengedepankan perencanaan matang. Melalui sinergi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Sumenep, berbagai instansi seperti DPMD, Disdukcapil, Bappeda, hingga Diskominfo dilibatkan untuk memperkuat kualitas data desa.
Langkah kolaboratif ini mencerminkan keseriusan Pemkab Sumenep dalam membangun sistem yang tidak hanya kuat di tataran konsep, tetapi juga kokoh dalam implementasi. Dengan data yang valid, setiap program diharapkan lebih tepat sasaran, terukur, dan mudah dievaluasi.
“Kalau data kita baik, maka program juga akan tepat. Pelaksanaannya jelas, dan dampaknya bisa langsung dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Melalui program ini, desa didorong menjadi lebih mandiri dan cerdas dalam mengambil keputusan. Data tidak lagi dipandang sebagai sekadar angka, melainkan sebagai instrumen strategis yang menjadi denyut nadi pembangunan.
Pada tahap awal, Desa Cantik 2026 menyasar tiga desa sebagai percontohan, yakni Desa Ketawang Karay, Desa Bata’al Timur, dan Desa Billapora Barat. Ketiganya diproyeksikan menjadi pusat inspirasi bagi desa-desa lain di Sumenep, baik di wilayah daratan maupun kepulauan. (ara/waw)





