KABAR MADURA | Pengadaan sarana dan prasarana (sarpras) penanggulangan bencana, seperti perahu dan lainnya, tahun ini nihil. Padahal, sarpras itu sangat dibutuhkan untuk menunjang kesiapsiagaan bencana, seperti saat banjir.
Plt. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan Dofir Rosidi mengatakan, tahun ini memang tidak ada pengadaan sarpras penanggulangan bencana, lantaran keterbatasan anggaran. Namun, pihaknya telah mengusulkan pengadaan sarpras untuk tahun depan, seperti mesin pemotong pohon, alat pelindung diri, dan sarpras lainnya.
“Bahkan kalau misal (anggarannya) mencukupi, kami juga usulkan perahu fiber untuk evakuasi saat ada banjir. Pengadaan lain juga, seperti komputer, karena memang butuh di-upgrade,” terangnya, Selasa (3/12/2024).
Kendati tidak ada pengadaan tahun ini, ketersediaan sarpras penanggulangan bencana itu lebih banyak dari tahun sebelumnya. Pasalnya, tahun ini mendapatkan bantuan dari provinsi, seperti mesin pemotong kayu 5 unit, satu perahu fiber, satu perahu karet, satu buah tenda, dan beberapa sarpras lainnya.
Dofir berharap, dengan didukungnya bantuan sarpras tersebut, penanggulangan bencana bisa lebih optimal. Terlebih saat menghadapi musim penghujan ini yang akan berpotensi banjir. Menurutnya, dengan adanya bantuan seperti perahu fiber dan perahu karet, bisa memudahkan instansinya untuk melakukan evakuasi saat banjir.
“Total perahu kecil ada 6, itu untuk akses evakuasi banjir ke gang kecil. Ada juga perahu besar satu, tapi itu untuk evakuasi di laut, seperti pencarian orang hilang,” tukasnya. (nur/zul)





