Disperindag Pamekasan Mulai Perbaiki Teras Pasar 17 Agustus yang Ambruk

Pemerintahan27 views

KABAR MADURA | Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan memperbaiki bagian teras Pasar 17 Agustus yang sempat ambruk akibat faktor usia bangunan.

Kepala Bidang (Kabid) Pasar Disperindag Pamekasan, Handiko Bayuadi, mengungkapkan bahwa perbaikan dilakukan secara swadaya. Ambruknya sebagian teras sisi selatan pasar yang terjadi pada Minggu (24/5/2026) disebabkan kondisi material bangunan yang telah berusia lebih dari 16 tahun.

“Untuk perbaikan kami lakukan secara swadaya karena hanya atap bagian samping saja, kata orang Madura disebut kandhel atau sodhek (kanopi), karena faktor usia, kurang lebih 16 tahun,” ungkapnya, Jumat (5/6/2026).

Menurut Handiko, material kayu yang digunakan pada bagian tersebut sudah mengalami pelapukan sehingga mudah rusak. Meski demikian, pihaknya memastikan kejadian tersebut tidak menimbulkan korban maupun kerugian bagi para pedagang.

Baca Juga:  Evaluasi Setahun Kiai Kholil-Sukri Pimpin Pamekasan, Ketua DPRD Sentil Kebocoran PAD dan Reformasi Birokrasi

Saat ini, area yang terdampak masih dapat digunakan untuk aktivitas jual beli karena merupakan los hamparan. Oleh sebab itu, kegiatan perdagangan tetap berjalan seperti biasa.

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

“Untuk kerugian belum kami pastikan karena kami bukan teknis bangunan, yang jelas tidak ada kerugian dari pedagang dan tempat itu masih biasa ditempati oleh pedagang karena los hamparan,” tambahnya.

Selain melakukan perbaikan sementara, Disperindag Pamekasan juga telah melaporkan kondisi bangunan pasar kepada pimpinan daerah melalui kepala Disperindag Pamekasan. Laporan tersebut diajukan sebagai bahan pertimbangan untuk perbaikan yang lebih menyeluruh.

Baca Juga:  Sinergi Polri dan Kementan, Kapolres Pamekasan Pimpin Panen Jagung Serentak di Palengaan

Menurutnya, upaya tersebut dilakukan demi meningkatkan kenyamanan dan keamanan para pedagang. Namun, pihaknya juga memahami bahwa perbaikan infrastruktur harus menyesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah.

“Untuk perbaikan kami laporkan ke pimpinan daerah melalui pak kadis (kepala Disperindag Pamekasan), agar dilakukan perbaikan, untuk kenyamanan pedagang, namun kami harus paham juga dengan keterbatasan anggaran yang ada, yang penting pedagang masih bisa berjualan,” tutupnya. (km96/waw)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *