Tiga Kecamatan Jadi Lokus Kasus DBD Tertinggi di Pamekasan

Kesehatan, Berita134 views

KABAR MADURA | Kecamatan Pademawu, Pakong, dan Kadur memiliki jumlah kasus demam berdarah dengue (DBD) tertinggi di Pamekasan. Terdapat 86 kasus DBD di area tersebut dari jumlah total 275 kasus DBD di Pamekasan. Jumlah tersebut terhitung sejak Januari hingga Februari 2025.

Jumlah kasus tersebut berdasarkan laporan dari seluruh puskesmas di Pamekasan, yang jumlahnya sebanyak 21 unit dan tersebar di 13 kecamatan.

Dari laporan puskesmas di tiga wilayah tersebut, jumlah di Kecamatan Pakong sebanyak 33 penderita DBD, 28 di Pademawu, dan 25 di Kecamatan Kadur.

“Puskesmas lainnya jumlahnya di bawah dari tiga puskesmas tersebut,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan Saifudin, Minggu (16/5/2025).

Baca Juga:  14 Ribu Ton Bantuan Pangan untuk Madura Baru Disalurkan 30 Persen

Pada tahun 2024, menurut Saifudin, dua dari tiga wilayah tersebut juga menjadi penyumbang kasus DBD tertinggi, yaitu 220 dari jumlah total 972 kasus DBD di Pamekasan. Dua daerah yang dimaksud yaitu Pakong 112 dan 108 di Kadur.

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

Lonjakan kasus DBD disebabkan beberapa faktor, terutama perkembanganbiakan nyamuk akibat lingkungan tidak bersih dan penampungan air yang jarang dikuras.

Penyebab lonjakan kasus DBD itu dibenarkan Plt. Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Pamekasan Avira Sulistyowati. Dia mengatakan, meningkatnya kasus DBD faktor utamanya karena lingkungan yang tidak sehat, serta lemahnya imunitas tubuh.

Baca Juga:  Atasi Kelangkaan, Pertamina Tambah Stok Elpiji 3 Kg di Pamekasan

Dinkes Pamekasan telah melakukan beberapa upaya pencegahan, di antaranya membuat surat edaran kesiapsiagaan dan melakukan penyelidikan epidemiologi, serta penyuluhan.

“Pencegahan sudah kami lakukan, seperti melakukan edukasi kepada masyarakat,” katanya.

Menanggapi kasus tersebut, Kepala Puskesmas Pakong Abd. Syukur Afandi membenarkan adanya peningkatan kasus DBD di wilayah kerjanya. Namun kasus tersebut diakui juga disumbang oleh penderita DBD dari luar Pakong, sehingga datanya terus meningkat.

“Kami sudah melakukan pemberantasan sarang nyamuk dan sosialisasi keliling,” ucap Syukur. (KM62/waw)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *