Warga Pamekasan Mengeluh Kesulitan Mendapatkan Gas Elpiji 

Berita119 views

KABAR MADURA | Masyarakat Pamekasan masih diliputi keresahan akibat kelangkaan gas elpiji 3 kilogram (kg) pada 2026. Kondisi ini dirasakan warga di Kecamatan Tlanakan, terutama kalangan ibu rumah tangga yang kesulitan mendapatkan gas elpiji untuk kebutuhan sehari-hari.

Salah seorang warga Tlanakan, Endang, mengaku sempat kesulitan memperoleh gas elpiji saat hendak memasak sarapan untuk suaminya. Dia bahkan harus menunda memasak hingga keesokan hari karena stok gas elpiji kosong di sejumlah toko.

“Saya dengar gas elpiji akan langka, jadi saya harus menyiapkan dua tabung. Waktu itu saya berkeliling mencari ke toko yang biasa menyediakan gas elpiji, namun pada akhirnya tetap harus menunggu hingga keesokan harinya,” ujarnya, Senin (6/4/2026).

Sementara itu, salah seorang penjual gas elpiji di Kecamatan Tlanakan, Yuyun, menyebut permintaan gas elpiji dalam beberapa waktu terakhir meningkat tajam. Bahkan, jika pasokan datang pada waktu Maghrib, stok itu sudah habis pada pagi harinya. Meski demikian, harga masih relatif stabil di angka Rp19.000 per tabung, meskipun sempat beredar isu kenaikan.

Baca Juga:  Perayaan Paskah di Bangkalan Dijaga Ketat, 182 Personel Kepolisian Diterjunkan

“Kalau kelangkaan gas elpiji sepertinya semuanya. Soalnya ada dari Pakong yang mencari ke sini, dan teman saya yang memiliki toko di Nyalaran juga mencari ke sini,” ungkapnya.

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

Menanggapi hal itu, Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian Setkab Pamekasan Bachtiar Effendy menjelaskan, kondisi itu bukan murni kelangkaan, melainkan dampak dari lonjakan permintaan di masyarakat. Menurutnya, peningkatan kebutuhan gas elpiji dipicu oleh berbagai aktivitas, seperti hajatan hingga musim panen padi.

Baca Juga:  Terjerat Kasus Penggelapan Rp1 Miliar, Polres Pamekasan Tangkap Eks Anggota DPRD Sumenep

“Bukan langka sebenarnya, cuma permintaan tinggi di lapangan. Itu efek banyak acara hajatan, panen padi, dan lainnya. Jadi kebutuhan gas elpiji meningkat drastis,” jelasnya.

Namun, Bachtiar mengakui bahwa sempat ada pangkalan yanh menaikkan akibat panik karena ada info gas elpiji akan naik.

“Kalau harga, ada beberapa pangkalan yang menaikkan harga karena panic buying, ada info mau naik. Tapi, kenaikan harga belum ada informasi resminya,” tukasnya. (km96/zul)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *