Simpang Siur Penyambutan Valen, Bupati Pamekasan Sampaikan Permohonan Maaf

Berita, Headline20,512 views

KABAR MADURA | Polemik rencana penyambutan kepulangan Valen, runner up Dangdut Academy (DA) 7, di Pamekasan masih belum menemukan kepastian. Menyikapi simpang siurnya informasi yang berkembang di tengah masyarakat, Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman menyampaikan permohonan maaf, khususnya kepada para penggemar Valen.

Bupati Kiai Kholil mengakui hingga saat ini rencana penyambutan tersebut masih mengalami pasang surut dan terus berkembang, sehingga belum ada keputusan final yang bisa diumumkan secara resmi.

“Saya hanya bisa menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, terutama kepada pecinta Valen, karena sampai saat ini semuanya masih pasang surut. Semuanya masih dalam perkembangan dan belum ada kepastian terakhir,” ujarnya usai menghadiri Rapat Paripurna DPRD Pamekasan, Selasa (30/12/2025).

Sebelumnya, penyambutan Valen di Pamekasan diimbau harus memenuhi sejumlah syarat yang disepakati bersama ulama dan tokoh masyarakat. Pemerintah Kabupaten Pamekasan disebut tidak melarang kepulangan maupun penyambutan Valen, namun meminta seluruh rangkaian kegiatan mematuhi kesepakatan keagamaan dan kearifan lokal, termasuk 11 poin rekomendasi MUI terkait tata cara pentas hiburan.

Baca Juga:  Harkitnas ke-118, Bupati Pamekasan Soroti Kedaulatan Informasi hingga Pembatasan Medsos Anak

Konsep penyambutan diarahkan agar bernuansa religius, tertib, dan tidak menimbulkan euforia berlebihan. Sejumlah ketentuan bahkan telah dibahas, mulai dari lokasi acara, penggunaan alat musik, jenis lagu yang dibawakan, hingga pemisahan penonton laki-laki dan perempuan.

JJS Kabar Madura

Namun, seiring berjalannya waktu, muncul dinamika baru di lapangan. Bupati Kiai Kholil mengungkapkan adanya perubahan sikap dari pihak keluarga Valen yang memilih menarik diri dari rencana yang sebelumnya disusun oleh panitia bentukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan.

“Ada rencana dari keluarga Valen yang menarik diri dari perencanaan panitia pemkab, sehingga berencana mencari sponsor yang lain,” ungkapnya.

Kendati demikian, dia berharap seluruh pihak dapat bersikap bijak dan mengedepankan kepentingan bersama. Menurutnya, setiap kelompok di Pamekasan harus mampu berjalan seiring demi menjaga kondusivitas daerah.

Baca Juga:  Ratusan Motor Balap Liar Diamankan, Satlantas Pamekasan Minta Pemilik Segera Ambil Kendaraan

“Terkadang kita harus mundur satu langkah agar yang lain bisa maju satu langkah, supaya berada pada baris yang sama,” tegasnya.

Bupati Kiai Kholil menilai dinamika itu merupakan tantangan yang justru dapat mendewasakan semua pihak dalam mengelola kegiatan seni dan hiburan di daerah. Dia mengaku telah melakukan komunikasi dengan berbagai elemen, termasuk tokoh masyarakat, pesantren, dan ulama.

“Ini tantangan yang ikut mendidik kita. Kita tidak boleh putus asa. Saya harus menemui beberapa kelompok, harus menjelaskan bahwa kesenian juga merupakan kebutuhan,” katanya.

Mantan DPR RI itu juga meminta masyarakat untuk bersabar dan memahami bahwa tidak semua harapan dapat terwujud secara sempurna dalam waktu bersamaan. Pihaknya berkomitmen akan terus mengawal kesenian yang beretika dan sesuai regulasi agar tidak surut.

“Kalau kita tidak mengatur kesenian, justru akan lebih fatal. Komitmen kami tetap, kesenian harus dikawal dengan etika dan aturan,” pungkasnya. (rul/zul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *