KABAR MADURA | Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur memastikan belum terjadi lonjakan jumlah penumpang di Terminal Ronggosukowati menjelang bulan Ramadan 2026. Aktivitas kedatangan penumpang bus masih terpantau normal seperti hari-hari biasa.
Selama tiga hari awal bulan Februari ini, bus angkutan antar kota dalam provinsi (AKDP) tercatat mengantar sebanyak 459 penumpang ke Terminal Ronggosukowati. Jumlah itu dinilai masih dalam batas wajar dan belum menunjukkan peningkatan signifikan.
Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Regu C Dishub Jawa Timur Samsul Arifin menjelaskan, menjelang puasa belum menjadi momentum peningkatan arus penumpang. Menurutnya, lonjakan biasanya baru terjadi mendekati Hari Raya Idulfitri.
“Untuk jumlah penumpang masih tidak ada lonjakan, karena biasa masih lama lebaran, H-7 lebaran jumlahnya biasanya pasti akan melonjak,” ujar Samsul, Selasa (3/2/2026).
Dia menambahkan, selama ini bus AKDP yang melayani trayek dalam wilayah Jawa Timur, seperti Sumenep-Surabaya, Sumenep-Banyuwangi, dan rute lainnya, masih beroperasi dengan jumlah penumpang yang relatif stabil.
“Jumlah penumpang masih wajar seperti tahun lalu tidak ada peningkatan,” tambah Samsul.
Sebagai perbandingan, pada Februari menjelang Ramadan 2025 lalu, jumlah penumpang AKDP yang datang ke Terminal Ronggosukowati tercatat mencapai 11.814 orang. Sementara itu, jumlah bus AKDP yang pulang-pergi atau rit pada periode itu sebanyak 2.728 rit.
Salah satu pengguna bus antar kota, Sahrifah, mengungkapkan, kebiasaan masyarakat untuk kembali ke Madura umumnya tidak dilakukan menjelang puasa, melainkan lebih dekat dengan Hari Raya Idulfitri.
“Saya biasanya balik lagi kesini hampir lebaran, kalau menjelang puasa tidak biasa, tapi karena ada urusan lain,” tuturnya. (km93/zul)





