Wisuda XIX Dubaja Ibos, Ketua DPRD Pamekasan Tegaskan Pesantren Harus Jadi Penggerak Inovasi

KABAR MADURA | Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan Ali Masykur menekankan pentingnya peran pesantren sebagai penggerak lahirnya inovasi ilmu pengetahuan. Penegasan itu disampaikannya saat menghadiri Wisuda XIX Pesantren Darul Ulum II Baled Dhaja (Dubaja) Islamic Boarding School (Ibos), Selasa (3/2/2026), di Desa Bujur Tengah, Kecamatan Batumarmar, Pamekasan.

Kegiatan wisuda itu diikuti 165 santri yang terdiri dari 79 santri putra dan 86 santri putri. Mereka berasal dari berbagai program pendidikan, mulai dari tahfidzul quran, maktubah, madrasah diniyah tarbiatul athfal (MDTA), taman pendidikan al-quran (TPA), hingga sekolah tarbiyatul muta’allimin (STM).

Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu menyampaikan, tata kelola pendidikan pesantren yang tertib dan adaptif merupakan bagian penting dalam melahirkan ilmu pengetahuan yang dipelopori oleh insan pesantren. Menurutnya, inovasi harus berjalan seiring dengan nilai-nilai dasar kepesantrenan.

Lebih lanjut, Ali Masykur menekankan, proses pendidikan di pesantren harus tetap menjunjung tinggi adab dan tradisi kepesantrenan. Dengan demikian, inovasi yang dilakukan dapat berjalan berdampingan dengan keteladanan, sehingga melahirkan alumni yang berkualitas dan berdaya saing.

Baca Juga:  Mengenang Jejak Intelektual Masyhur Abadi, Guru Besar UIN Madura Sebut Sosok Penjaga Tradisi Ilmu

“Semoga Dubaja Ibos selalu mampu menjawab tantangan zaman serta terus menghadirkan ilmu-ilmu yang terbarukan,” paparnya saat menyampaikan sambutan.

JJS Kabar Madura

Sebagai alumni Dubaja Ibos, dia menilai pesantren memiliki peran strategis dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan negara. Oleh sebab itu, dia mendorong adanya sinergi yang kuat antara pesantren dan pemerintah daerah, khususnya dalam pemenuhan pelayanan dasar bagi santri, termasuk akses tenaga kesehatan dan layanan pendukung lainnya.

“Pesantren boleh berada di pinggiran, tetapi kualitas ilmunya harus berada di garis depan. Inilah wajah pesantren masa depan yang harus terus kita dukung,” tegasnya.

Baca Juga:  Pernikahan Ra Mamak–Inayah Wahid Satukan Dua Poros Besar

Sementara itu, Pengasuh Pesantren Dubaja Ibos Kiai Abdus Salam menyampaikan, penyelenggaraan pendidikan pesantren yang dikelolanya terus dikomitmenkan agar sejalan dengan perkembangan zaman. Dia pun berharap adanya dukungan dari seluruh pihak agar ikhtiar yang dilakukan dapat tercapai sesuai target yang diharapkan.

“Kalau hari yang sekarang masih sama dengan hari yang kemarin itu pertanda kita rugi,” tuturnya.

Kiai Abdus Salam juga menambahkan, keberadaan Dubaja Ibos tidak lepas dari perjuangan dua tokoh pendiri Pesantren Baled Dhajah, yakni almarhum Kiai Sholihuddin dan almarhum Kiai Usman.

“Perjuangan keduanya sangat terasa dengan terus istiqomahnya Dubaja Ibos sampai saat ini,” imbuhnya.

Untuk diketahui, kegiatan wisuda itu dihadiri ratusan santri, wali murid, serta tokoh masyarakat. Hadir di antaranya Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman, Ketua DPRD Pamekasan Ali Masykur, serta sejumlah anggota legislatif lainnya. (rul/zul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *