Mengenang Jejak Intelektual Masyhur Abadi, Guru Besar UIN Madura Sebut Sosok Penjaga Tradisi Ilmu

Berita196 views

KABAR MADURA | Dunia akademik dan intelektual di Madura berduka atas wafatnya Moh. Masyhur Abadi pada Jumat (22/5/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Kepergian tokoh intelektual ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, murid, kolega akademik, hingga kalangan civitas akademika di lingkungan UIN Madura.

Guru Besar Bidang Sosiologi Pendidikan Islam UIN Madura, Prof. Achmad Muhlis, mengenang almarhum sebagai sosok penjaga cahaya ilmu yang selama hidupnya mengabdikan diri untuk pengembangan tradisi intelektual Islam.

Menurutnya, Moh. Masyhur Abadi bukan sekadar akademisi, tetapi figur yang menghadirkan ilmu sebagai jalan peradaban dan pengabdian kemanusiaan.

“Duka yang mendalam tidak selalu lahir dari kehilangan seseorang yang dekat secara biologis, tetapi sering kali muncul dari kepergian sosok yang selama hidupnya menjadi cahaya intelektual, penuntun moral, dan inspirasi peradaban,” ungkap Prof. Muhlis.

Dia menilai, wafatnya Moh. Masyhur Abadi bukan hanya kehilangan personal bagi keluarga dan murid-muridnya, melainkan juga kehilangan besar bagi dunia keilmuan, khususnya dalam tradisi intelektual Islam.

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

Selama hidupnya, Moh. Masyhur Abadi dikenal aktif menerjemahkan ratusan karya tentang ketuhanan, filsafat, spiritualitas, dan pemikiran Islam dari bahasa Arab maupun Inggris ke dalam bahasa Indonesia. Bagi Prof. Muhlis, kontribusi tersebut merupakan bentuk pengabdian intelektual yang sangat besar bagi masyarakat Indonesia.

Baca Juga:  Merawat Tradisi, Membangun Generasi: HIMAGHA 2026 Dibuka dengan Dhamar Kambang

“Beliau tidak hanya membaca buku, tetapi menghidupkan makna buku. Beliau tidak hanya menerjemahkan teks, tetapi menjembatani peradaban pengetahuan lintas bahasa, lintas budaya, dan lintas generasi,” katanya.

Guru besar yang juga direktur IBS PKMKK itu menjelaskan, proses penerjemahan ilmu bukan sekadar pekerjaan teknis, melainkan proses transformasi budaya dan distribusi kesadaran intelektual kepada masyarakat luas.

Dalam pandangannya, Moh. Masyhur Abadi berperan sebagai cultural broker atau jembatan yang menghubungkan tradisi intelektual global dengan kebutuhan pemikiran masyarakat lokal.

“Beliau menghadirkan gagasan-gagasan besar dunia ke dalam ruang baca masyarakat Indonesia dengan bahasa yang lebih dekat, lebih membumi, dan lebih mudah dipahami,” ujarnya.

Prof. Muhlis juga menyoroti keteladanan pribadi almarhum yang dinilainya sangat langka di tengah dunia akademik modern. Menurutnya, Moh. Masyhur Abadi merupakan representasi generasi intelektual yang menjadikan ilmu sebagai jalan hidup, bukan sekadar instrumen karier.

“Banyak orang berbicara tentang ilmu, tetapi sedikit yang benar-benar hidup untuk ilmu. Moh. Masyhur Abadi hadir sebagai representasi generasi intelektual yang menjadikan ilmu sebagai jalan hidup,” tuturnya.

Baca Juga:  Sang Visioner dari Madura: Mashur Abadi dan Integrasi Bahasa, Budaya, serta Keislaman

Sebagai murid sekaligus kolega, Prof. Muhlis mengaku banyak belajar tentang cara mencintai ilmu dari sosok almarhum. Dia menyebut, Moh. Masyhur Abadi selalu mengajarkan bahwa ilmu harus diiringi kerendahan hati, kesabaran intelektual, dan ketekunan spiritual.

“Keteladanan beliau tidak hanya tampak dalam karya-karyanya, tetapi juga dalam kesederhanaan hidup, keluasan cara pandang, serta ketenangan sikap dalam menghadapi perbedaan,” ungkapnya.

Dia menambahkan, keluarga besar IBS PKMKK dan UIN Madura merasakan kehilangan mendalam atas wafatnya sosok yang selama ini menjadi inspirasi dalam membangun budaya akademik dan tradisi keilmuan.

Kata Prof. Muhlis, tradisi ilmu tidak hanya hidup melalui kurikulum formal atau bangunan institusi, tetapi juga melalui figur-figur yang menjaga ruh intelektual di dalamnya.

“Orang-orang berilmu tidak pernah benar-benar wafat. Tubuh boleh kembali kepada tanah, tetapi gagasan akan terus hidup dalam kesadaran manusia,” pungkasnya. (nur/zul)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *