KABAR MADURA | Kenaikan harga kebutuhan pokok kembali dikeluhkan masyarakat Sumenep. Sejumlah komoditas sembako seperti beras, minyak goreng, gula, hingga kebutuhan harian lainnya mengalami lonjakan harga dalam beberapa waktu terakhir.
Abdurrahman, salah satu warga, mengaku kondisi ini cukup memberatkan, terutama bagi masyarakat dengan penghasilan terbatas. Menurutnya, kenaikan harga terjadi hampir merata di berbagai jenis kebutuhan pokok.
“Sekarang apa-apa naik. Sembako mahal, kebutuhan lain juga ikut naik. Kami sebagai masyarakat kecil tentu merasa terbebani,” ujarnya.
Dia berharap pemerintah tidak hanya memantau, tetapi juga segera mengambil langkah konkret agar harga kembali stabil dan daya beli masyarakat tetap terjaga.
Menanggapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep melalui Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah, Dadang Dedy Iskandar, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai upaya pengendalian harga.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar tradisional guna memastikan stabilitas harga dan ketersediaan barang.
“Kami secara rutin melakukan sidak ke pasar-pasar untuk memantau langsung perkembangan harga serta memastikan distribusi barang berjalan lancar,” jelasnya.
Selain itu, Pemkab Sumenep juga berkoordinasi dengan distributor dan pelaku usaha untuk menekan potensi lonjakan harga yang tidak wajar, serta menjaga pasokan tetap aman di tengah meningkatnya permintaan.
Meski demikian, masyarakat berharap langkah pengawasan tersebut diikuti dengan kebijakan nyata yang berdampak langsung di lapangan, sehingga harga kebutuhan pokok bisa kembali terjangkau. (ara/waw)





