KABAR MADURA | Sebanyak 4.700 Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kabupaten Pamekasan menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan. Pengentasan ATS pun masuk dalam program prioritas pemerintah daerah.
Bupati Pamekasan, KH. Kholilurrahman, mengatakan upaya pengentasan ATS akan dilakukan secara bertahap melalui penguatan komunikasi dan koordinasi lintas sektor, mulai dari dinas terkait, koordinator wilayah (korwil), hingga kepala sekolah.
Langkah tersebut dilakukan agar pemerintah dapat memetakan persoalan ATS secara lebih mendalam di setiap desa dan kelurahan.
“Pengentasan ATS nanti akan dicicil. Oleh sebab itu, saya akan mengintensifkan komunikasi antara dinas dengan korwil, antara korwil dengan kepala sekolah, sehingga nanti bisa melihat terutama di desa dan kelurahan,” ungkapnya, Senin (25/5/2026).
Selain memperkuat koordinasi, Pemkab Pamekasan juga menyiapkan bantuan khusus bagi anak putus sekolah agar mereka bisa kembali melanjutkan pendidikan.
“Salah satu cara untuk pengentasannya dengan menggunakan bantuan dari pemerintah yang khusus untuk anak putus sekolah atau ATS tersebut,” tambahnya.
Kholilurrahman menjelaskan, sebagian ATS nantinya juga dapat diarahkan untuk mengikuti program Sekolah Rakyat. Namun, menurutnya, pengentasan anak putus sekolah tidak bisa hanya bergantung pada satu program saja dan tetap harus mengikuti prosedur yang telah ditetapkan pemerintah.
“Sebagiannya ke situ. Tentu ini harus bersama-sama, tidak bisa di Sekolah Rakyat saja, tidak muat nanti,” tutupnya. (km96/waw)





