Warga Larangan Tokol Keluhkan Jalan Rusak 10 Tahun, Perbaikan Dilakukan Swadaya

Pemerintahan25 views

KABAR MADURA | Warga Dusun Rombasan, Desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan, mengeluhkan kondisi jalan rusak parah dan disebut sudah sekitar 10 tahun tidak tersentuh perbaikan.

Salah satu warga, Nadirah, mengatakan kerusakan jalan semakin parah saat musim hujan. Jalan menjadi licin dan dipenuhi genangan air sehingga membahayakan warga yang melintas.

“Rusak parah, apalagi kalau sudah hujan. Jalan ini tidak pernah diperbaiki selama 10 tahun. Namun kemarin kami para warga mengadakan sumbangan membeli tanah urug untuk memperbaiki jalan,” ungkapnya, Rabu (26/5/2026).

Nadirah menjelaskan, perbaikan jalan dilakukan secara swadaya oleh masyarakat tanpa adanya paksaan. Warga yang ingin membantu dipersilakan menyumbang sesuai kemampuan masing-masing.

Baca Juga:  1.384 Jemaah Haji Pamekasan Dijadwalkan Pulang 20–21 Juni 2026, Ini Titik Pemulangannya

Menurutnya, antusiasme masyarakat cukup tinggi. Ada yang membantu biaya sopir hingga menyumbang uang sekitar Rp300 ribu sampai Rp400 ribu per orang demi memperbaiki jalan yang rusak tersebut. Meski begitu, perbaikan masih sangat terbatas karena keterbatasan biaya.

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

Nadirah menuturkan, usulan perbaikan jalan sebenarnya sudah beberapa kali disampaikan melalui perangkat desa kepada pemerintah daerah. Bahkan, jalan tersebut pernah ditinjau langsung oleh istri Bupati Pamekasan, Nyai Hj. Ummu Royhanah Syarqowi, saat menghadiri kegiatan di wilayah setempat.

“Dulu istri bupati Pamekasan pernah menjadi tamu di acara TK. Di sana ada pamong desa yang sekalian mengusulkan perbaikan jalan ini. Beliau juga sempat memeriksa langsung kondisi jalan dan akan membantu mengusulkannya kepada bupati Pamekasan,” tambahnya.

Baca Juga:  Pembangunan Gedung Kesenian Pamekasan Mulai Ada Titik Terang, Wabup Pastikan Terealisasi Tahun Ini

Kerusakan jalan diduga dipicu tingginya intensitas kendaraan bertonase besar yang melintas, seperti mobil pikap dan mobil boks pengangkut barang.

“Ya rusaknya karena banyak mobil besar lewat. Tapi jalan ini termasuk jalan kabupaten dan menjadi akses ke kecamatan lain, jadi mau tidak mau kami hanya bisa menerima sambil berusaha memperbaiki dan terus mengusulkannya ke pemerintah,” tutupnya. (km96/waw)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *