KABAR MADURA | Warga Dusun Rombasan, Desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan, mengeluhkan kondisi jalan rusak parah dan disebut sudah sekitar 10 tahun tidak tersentuh perbaikan.
Salah satu warga, Nadirah, mengatakan kerusakan jalan semakin parah saat musim hujan. Jalan menjadi licin dan dipenuhi genangan air sehingga membahayakan warga yang melintas.
“Rusak parah, apalagi kalau sudah hujan. Jalan ini tidak pernah diperbaiki selama 10 tahun. Namun kemarin kami para warga mengadakan sumbangan membeli tanah urug untuk memperbaiki jalan,” ungkapnya, Rabu (26/5/2026).
Nadirah menjelaskan, perbaikan jalan dilakukan secara swadaya oleh masyarakat tanpa adanya paksaan. Warga yang ingin membantu dipersilakan menyumbang sesuai kemampuan masing-masing.
Menurutnya, antusiasme masyarakat cukup tinggi. Ada yang membantu biaya sopir hingga menyumbang uang sekitar Rp300 ribu sampai Rp400 ribu per orang demi memperbaiki jalan yang rusak tersebut. Meski begitu, perbaikan masih sangat terbatas karena keterbatasan biaya.
Nadirah menuturkan, usulan perbaikan jalan sebenarnya sudah beberapa kali disampaikan melalui perangkat desa kepada pemerintah daerah. Bahkan, jalan tersebut pernah ditinjau langsung oleh istri Bupati Pamekasan, Nyai Hj. Ummu Royhanah Syarqowi, saat menghadiri kegiatan di wilayah setempat.
“Dulu istri bupati Pamekasan pernah menjadi tamu di acara TK. Di sana ada pamong desa yang sekalian mengusulkan perbaikan jalan ini. Beliau juga sempat memeriksa langsung kondisi jalan dan akan membantu mengusulkannya kepada bupati Pamekasan,” tambahnya.
Kerusakan jalan diduga dipicu tingginya intensitas kendaraan bertonase besar yang melintas, seperti mobil pikap dan mobil boks pengangkut barang.
“Ya rusaknya karena banyak mobil besar lewat. Tapi jalan ini termasuk jalan kabupaten dan menjadi akses ke kecamatan lain, jadi mau tidak mau kami hanya bisa menerima sambil berusaha memperbaiki dan terus mengusulkannya ke pemerintah,” tutupnya. (km96/waw)





