Betah Jualan di Area Monumen Arek Lancor, PKL Mengaku Belum Tahu Mau Pindah ke Mana

News313 views

KABAR MADURA | Penertiban pedagang kaki lima (PKL) di kawasan terlarang, seperti di area Monumen Arek Lancor, sedang gencar dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan. Termasuk dengan dipasang garis pembatas mengelilingi area tersebut. Namun, sejumlah PKL masih tampak memaksa berjualan di kawasan tersebut.

Salah seorang PKL yang masih berjualan di sekitar Monumen Arek Lancor mengatakan, tempat itu merupakan tempat strategis untuk menjajakan jualannya. Sebab, berada di pusat kota yang notabene memiliki mobilitas yang cukup padat.

Dia mengaku, apabila nantinya ada penertiban, pihaknya belum mengetahui akan pindah berjualan di mana.

“Nunggu yang lain, kalau yang lain pindah saya juga pindah, Karena di sini ramai pembeli. Lagian, kalau taman kota tidak ada yang jual jajan, bagaimana?,” ungkap penjual asal Proppo tersebut, Senin (14/1/2025).

Baca Juga:  Pamekasan Economic Fest 2026 Sukses Dongkrak UMKM, HIPMI Ingin Digelar Berkala

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Penertiban Umum Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Pamekasan Akh. Jonnaidi mengatakan, pihaknya sudah melakukan penyeterilan di kawasan Arek Lancor tersebut sejak Selasa (7/1/2025) lalu.

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

Menurutnya, Pemkab telah menyediakan tempat untuk PKL, yakni di Food Colony. Sehingga, dia mengimbau kepada PKL untuk segera mendaftarkan diri ke Diskop UKM dan Naker selaku stakeholder terkait, guna segera didata dan ditempatkan di Food Colony tersebut.

Jonnaidi menyebut, apabila ada PKL yang tidak mau ditempatkan di Food Colony, pihaknya mengarahkan untuk berjualan di beberapa tempat yang memang diperbolehkan, seperti di kawasan sisi barat Jalan KH. Wahid Hasyim, sisi barat Jalan Kemuning, dan kawasan bebas jualan lainnya.

Baca Juga:  Pamekasan Economic Fest 2026 Sukses Dongkrak UMKM, HIPMI Ingin Digelar Berkala

“Yang mau langsung menindak mereka karena telah merusak pembatas, tidak bisa. Karena tidak ada bukti. Tapi, kami inten melakukan pensterilan di Arlan. Bahkan petugas kami stay di sana,” terangnya.

Berdasarkan pantauan Kabar Madura, sejumlah PKL masih tampak berjualan di sekitar Arek Lancor, terutama di sisi timur dan selatan. Bahkan, garis pembatas yang dipasang oleh Satpol PP sudah rusak. (nur/zul)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *