KABAR MADURA-Kendati sudah terjadi penurunan selama tiga terakhir, angka pengangguran di Kabupaten Sampang masih tetap menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi pemerintah setempat.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sampang menunjukkan, tingkat pengangguran terbuka pada tahun 2021-2022 sebanyak 17.181 jiwa, tahun 2022-2023 15.261 jiwa dan tahun 2023-2024 14.191 jiwa.
Mayoritas pengangguran berasal dari kelompok usia muda (15-29 tahun) dan mayoritas lulusan SMP sederajat, yaitu 6,59 persen. Disusul lulusan SMA sederajat dengan persentase sebesar 4,31 persen.
“Tingkat pengangguran terbuka di Sampang menunjukkan tren penurunan dari tahun ke tahunnya,” ungkap Tenaga Statistisi Ahli Pertama BPS Sampang Elsiana Restu Ihsani saat ditemui Kabar Madura.
Meski ada penurunan, tapi angka pengangguran itu masih terbilang cukup tinggi dibandingkan dengan kabupaten lain di Madura, seperti Pamekasan dan Sumenep.
Kata Elsiana, adanya penurunan angka pengangguran itu didukung oleh peningkatan jumlah penduduk yang bekerja. Terhitung pada Agustus 2024, jumlah penduduk yang bekerja mencapai 553.907 orang, laki-laki sebanyak 321.923 orang dan perempuan sebanyak 231.984 jiwa.
Meskipun demikian, Elsiana menerangkan bahwa di Sampang masih menghadapi tantangan dalam mengatasi pengangguran, terutama di kalangan anak usia muda.
“Untuk bisa menekan angka pengangguran ini, diharapkan ada upaya kolaboratif antara pemerintah dan sektor swasta dalam menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan keterampilan tenaga kerja, khususnya bagi generasi muda ke depanya,” harapnya. (KM90/waw)





