KABAR MADURA | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga stabilitas dan efektivitas roda pemerintahan. Meski hingga kini sejumlah jabatan pimpinan tinggi (JPT) pratama eselon IIB masih kosong, Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo memastikan upaya pengisian jabatan tersebut tengah diproses dan akan segera dituntaskan melalui mekanisme seleksi terbuka.
Jabatan yang saat ini masih kosong di organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Sumenep meliputi kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida), Inspektorat, serta tiga posisi staf ahli bupati. Kendati demikian, Bupati Fauzi menegaskan bahwa kekosongan tersebut tidak dibiarkan berlarut-larut.
“Kami memastikan seluruh jabatan kepala OPD dan staf ahli akan diisi. Saat ini kami sudah mengajukan permohonan ke Badan Kepegawaian Negara (BKN),” ujar Achmad Fauzi Wongsojudo.
Menurutnya, proses pengisian jabatan strategis di lingkungan Pemkab Sumenep tidak bisa dilakukan secara terburu-buru ataupun sembarangan. Seluruh tahapan harus sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, termasuk menunggu rekomendasi resmi dari BKN.
“Pengisian jabatan eselon IIB ini harus melalui mekanisme yang benar. Setelah rekomendasi BKN turun, baru kami lakukan seleksi terbuka,” tegasnya.
Bupati Fauzi juga menekankan bahwa seleksi terbuka menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam menerapkan prinsip profesionalisme dan merit system. Ia memastikan setiap kandidat akan dinilai secara objektif berdasarkan kompetensi dan kapasitas yang dimiliki.
“Yang jelas, nanti seleksi dilakukan secara terbuka dan transparan. Penilaiannya tentu berdasarkan kemampuan para pendaftar, agar yang terpilih benar-benar siap menjalankan tugas,” pungkasnya. (ara/waw)





