Bupati Sumenep: Tugu Keris Arya Wiraraja Simbol Penghormatan bagi Leluhur

News170 views

KABAR MADURA | Tugu Keris Arya Wiraraja yang terletak di Desa Sendang, Kecamatan Pragaan, sudah diresmikan, Kamis (30/1/2025). Peresmian tugu ini dihadiri langsung oleh Menteri Kebudayaan Indonesia Fadli Zon.

Pembangunan tugu keris yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep ini diharapkan menjadi penanda kejayaan masa lalu dan semangat kebangkitan daerah.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengatakan, tugu keris ini bukan sekadar ikon baru, tetapi juga mengandung filosofi mendalam. Dengan tinggi mencapai 17 meter, ini melambangkan tanggal Kemerdekaan Republik Indonesia. Kemudian, ornamen bunga sebanyak 45 kelopak untuk menggambarkan tahun 1945, momen sakral dalam perjalanan bangsa.

“Pembangunan tugu ini adalah bentuk penghormatan bagi para leluhur, terutama Arya Wiraraja, tokoh yang berjasa besar dalam sejarah Nusantara,” ujar Bupati Fauzi. 

Baca Juga:  Proyek KDMP Sumenep Baru Satu Tuntas, DPRD Ingatkan Nyawa Ekonomi

Selain itu juga untuk mengenang jasa Arya Wiraraja yang telah berperan penting dalam membantu Raden Wijaya menumbangkan Jayakatwang, yang kemudian membuka jalan bagi berdirinya Kerajaan Majapahit. Tanpa Arya Wiraraja, Majapahit mungkin tidak akan lahir, dan tanpa Majapahit, Indonesia mungkin tidak akan seperti saat ini.

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

Tugu Keris Arya Wiraraja ini tidak hanya menjadi monumen bersejarah. Bupati Fauzi menjelaskan, kawasan di sekitar tugu akan dikembangkan menjadi pusat peristirahatan strategis. Sebuah rest area seluas dua hektare akan dibangun di sekitar tugu, menjadi titik singgah bagi kendaraan dari arah Surabaya.

Baca Juga:  LPG 3 Kg di Sumenep Langka, Harga Tembus Rp22 Ribu

“Pengelolaannya akan dipercayakan kepada BUMDesma, sehingga manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat,” imbuhnya.

Proyek monumental ini didukung penuh oleh berbagai pihak melalui skema Sumenep Pentahelix, yakni kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media. Sejumlah perusahaan seperti SKK Migas dan Indako turut berkontribusi dalam pembangunannya.

“Kami berterima kasih atas dukungan berbagai pihak. Ini adalah bukti bahwa pembangunan yang inklusif akan membawa manfaat lebih luas,” pungkasnya. (ara/zul)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *