KABAR MADURA | Di balik pro-kontra program makan bergizi gratis (MBG) yang sedang berlangsung di sejumlah daerah, ada tim yang berperan di balik layar guna memenuhi segala kebutuhan MBG. Salah satunya tim pencuci piring. Sterilisasi tempat makan menjadi tanggung jawab tim yang menangani. Vika Sari Dewi, salah satu dari sekian tim yang memiliki tanggung jawab tersebut.
SAFIRA NUR LAILY, PAMEKASAN.
Sejumlah orang tampak sibuk membersihkan tempat makan. Sebagian ada yang mencuci dengan sabun dan sebagian lagi ada yang membilas. Kawasan area mencuci penuh air, sudah pasti. Tapi hal itu tidak menyurutkan semangat Vika dan kawan-kawan untuk mematikan ribuan tempat makan tetap terjaga.
Tidak berhenti di proses pencucian, kata Vika, proses selanjutnya adalah penyeterilan tempat makan hingga kering yang menggunakan mesin. Itu dilakukan agar tempat makan yang terbuat dari stainless steel tersebut tetap bersih dan steril dari kuman.
Waktu yang dibutuhkan untuk mencuci memang tidak sedikit. Biasanya, tim pencuci piring mulai bekerja sejak pukul 11.00 WIB hingga pukul 19.00 WIB. Namun, menurut Vika, proses tersebut tampak lebih mudah dan menyenangkan karena dilakukan secara tim dan bergantian.
“Total ada 2.935 tempat makan yang harus dicuci setiap harinya. Hampir tiga ribuan. Kuncinya adalah kerja sama tim, misalnya saat masuk waktu ishoma, kita ganti-gantian. Jadi enak, tidak capek,” terang perempuan asal Pademawu Barat itu saat ditemui di sela-sela dia bertugas, Kamis (30/1/2025).
Vika bercerita, untuk menjadi bagian tim makan bergizi gratis tersebut, tidak ujuk jadi. Tetapi ada proses pendaftarannya. Sejumlah administrasi harus dipenuhi, di antaranya SKCK, surat bebas narkoba, surat sehat, riwayat hidup, dan sejumlah berkas lainnya.
Bagi ibu dua anak itu, ada satu hal yang membuatnya sangat berkesan menjadi tim MBG di bagian dapur, yakni saat menemukan surat ucapan terima kasih dari para siswa. Meski secara tidak langsung diungkapkan kepadanya, ucapan tersebut menjadi mood booster semangat tersendiri untuk menjalankan tugasnya.
“Untuk tim lain, seperti tukang masak, penyedia bahan, dan lainnya, ada jadwal pembagiannya masing-masing,” tutup koordinator pencuci piring MBG tersebut kepada Kabar Madura dengan ramah. (din)





