KABAR MADURA | Mohammad Ali Fikri adalah salah satu politisi Partai Demokrat yang kini menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan periode 2024-2029. Ia juga ditunjuk untuk menduduki kursi ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD. Pencapaian cemerlang Ali Fikri di dunia politik ini tidak diraih dengan mudah, melainkan dilalui dengan perjalanan panjang.
KHOYRUL UMAM SYARIF, PAMEKASAN
Sejak kecil, pria kelahiran 1990 itu sudah kenal dengan lingkungan politik. Pasalnya, sering kali ikut ayahnya, H. Nuruddin, yang seorang politisi. Dari situ lah, naluri politik Ali Fikri mulai terbangun, termasuk bagaimana caranya memikat hati masyarakat. Dan tidak dipungkiri, itu menjadi salah satu faktor penyebab terpilihnya menjadi wakil rakyat.
“Dari dulu itu orang tua juga sering kali berkecimpung di dunia politik. Saya sering juga diajak untuk berinteraksi langsung, ketika saya masih kecil,” ungkapnya, Senin (18/11/2024).
Ali Fikri bercerita, sebelum terpilih menjadi anggota DPRD, tepatnya mulai 2014 hingga 2023, dirinya menjadi kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Di partai berlambang ka’bah ini, Ali Fikri banyak belajar tentang dinamika politik.
“2014 itu, saya sudah menjadi kader PPP, karena kebetulan orang tua saya kader PPP. Selain itu, kebetulan sekali mertua saya juga mantan anggota DPRD dari PPP,” jelasnya kepada Kabar Madura.
Mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) itu mengungkapkan, dirinya memiliki tips dan trik tersendiri untuk memikat hati masyarakat. Dia menyebut, pertama, politisi itu tidak boleh berjarak dengan masyarakat dalam hal apapun. Kedua, menjaga silaturahmi yang baik dengan masyarakat. Kemudian yang ketiga, selalu membuka ruang komunikasi dengan masyarakat.
“Saya selalu dekat masyarakat dan selalu menjunjung tinggi nilai pengabdian kepada masyarakat,” tambahnya.
Dia juga menambahkan bahwa selalu santai dalam menghadapi segala permasalahan, terutama yang berkaitan dengan urusan keluarga dan kepentingan mengawal aspirasi masyarakat. Terpenting, menurutnya, bisa menjaga ritme komunikasi dengan baik, apalagi sudah didukung dengan adanya teknologi yang semakin memudahkan.
“Semua bisa diatur dengan baik, supaya bisa terlaksana sebagaimana yang diharapkan,” tutur alumnus Pesantren Ainul Huda, Desa Batukerbuy, Kecamatan Pasean. (rul)





