KABAR MADURA | Program Simpati Lansia atau makan gratis bagi warga lanjut usia (lansia) di Kabupaten Pamekasan resmi dihentikan pada akhir bulan Oktober 2025. Kebijakan penghentian ini disebabkan oleh efisiensi anggaran daerah.
Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Pamekasan Herman Hidayat Santoso menyampaikan, program tersebut masih berjalan, namun akan berakhir pada bulan ini.
“Sampai hari ini masih berlanjut, tapi karena efisiensi berakhir bulan ini,” ujarnya, Senin (20/10/2025).
Keputusan penghentian program tersebut bukan berasal dari Dinsos Pamekasan secara langsung, melainkan hasil kebijakan bersama antara pemerintah daerah dan legislatif yang mempertimbangkan kemampuan anggaran daerah.
“Kami hanya pelaksana teknis. Pertimbangan utamanya karena faktor anggaran,” tegasnya.
Program yang telah berjalan sejak 2021 ini awalnya menyasar 421 penerima manfaat, dengan total kebutuhan anggaran sebesar Rp6,5 miliar per tahun. Namun, pada tahun 2025, program hanya mampu berjalan selama 10 bulan, karena keterbatasan anggaran.
“Satu tahun anggarannya 6,5 miliar, tapi karena uangnya tidak cukup, hanya bisa sampai 10 bulan,” terangnya.
Setiap penerima memperoleh makan dengan nilai Rp20.000 per porsi, sudah termasuk pajak, biaya pendamping, dan biaya pengantaran dua kali sehari.
“Kalau dihitung pajaknya dan ongkos pengantaran, nilainya bahkan kurang dari itu,” jelasnya.
Meski dihentikan sementara, pihaknya tetap berupaya agar program tersebut bisa dilakukan pengajuan bantuan ke pemerintah pusat.
“Kami sudah mengusulkan agar proses permakanan ini bisa difasilitasi oleh pusat,” imbuhnya.
Herman juga menegaskan, belum ada dukungan dari sumber dana alternatif seperti CSR untuk melanjutkan program tersebut.
“Kami sifatnya teknis, kalau ada anggaran, pasti kami lanjutkan,” pungkasnya. (rul/ong)





