Kasus Campak di Pamekasan Tembus Seribu, 11 Meninggal Dunia

Kesehatan, Berita93 views

KABAR MADURA | Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan mencatat sebanyak 1.056 kasus suspek campak terjadi sepanjang  2025 hingga 18 Oktober. Dari jumlah tersebut, 208 kasus terkonfirmasi positif, sementara 11 penderita meninggal dunia dengan case fatality rate (CFR) sebesar 1,04 persen.

Kepala Dinkes Pamekasan dr. Saifuddin menyampaikan, sebanyak 1.023 pasien telah dinyatakan sembuh, sedangkan 22 orang lainnya masih menjalani perawatan medis di berbagai fasilitas kesehatan.

“Kami terus melakukan pemantauan dan penanganan terhadap pasien campak, terutama di wilayah dengan temuan kasus tinggi. Tim surveilans lapangan juga aktif melakukan pelacakan kontak dan edukasi pencegahan,” ujarnya, Senin (20/10/2025).

Baca Juga:  Pegadaian Syariah Jokotole Pamekasan Gelar Seminar Emas, Edukasi Nasabah Soal Investasi Aman

Berdasarkan data Dinkes, kasus suspek campak ditemukan di 13 kecamatan di Pamekasan. Tiga wilayah dengan jumlah kasus tertinggi masing-masing adalah Proppo dengan 168 kasus, Pamekasan 132 kasus, dan Tlanakan 101 kasus.

Selain itu, lima kecamatan dengan tingkat insiden tertinggi yakni Pademawu, Palengaan, Pegantenan, Batumarmar, dan Kadur, mendapat prioritas intervensi dalam penanganan dan vaksinasi lanjutan.

Tren kasus campak di Pamekasan sendiri, menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Berdasarkan data yang ada, pada minggu ke-39 tahun 2025, dengan 120 kasus baru dalam sepekan.

Baca Juga:  Pamekasan Darurat Narkoba, Polisi Ringkus Seorang Pria Sampang di Palengaan

Lonjakan tersebut menjadi peringatan bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera memeriksakan diri jika muncul gejala demam disertai ruam merah.

“Kami mengimbau masyarakat agar memastikan imunisasi lengkap, termasuk vaksin campak, karena itu cara paling efektif untuk mencegah penularan,” pungkas dr. Saifuddin. (rul/ong)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *