KABAR MADURA | Seiring meningkatnya permintaan lokal terhadap ketersediaan ikan lele, Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan (DP2KP) Bangkalan terus menggencarkan upaya untuk menarik minat masyarakat menjadi pembudidaya lele baru.
Namun di balik upaya tersebut, DP2KP Bangkalan mengakui masih menghadapi kendala berupa keterbatasan tenaga penyuluh perikanan.
Kepala Bidang (Kabid) Perikanan DP2KP Bangkalan Ahmad Hidayat Kurniawan mengaku jumlah tenaga penyuluh perikanan yang terbatas memperlambat kinerja, karena jarak dan luas wilayah yang berjauhan.
“Dengan adanya pendampingan mereka (pembudidaya.red) mulai paham, tapi harus diakui memang ada keterbatasan penyuluh,” ujarnya, Rabu (11/3/2026).
Hidayat mengungkapkan, saat ini hanya terdapat 15 penyuluh yang harus menangani satu 18 kecamatan di Bangkalan.
“Dengan luas wilayah dan jumlah kecamatan tentu ini terbilang kurang sekali,” tegasnya.
Saat ditanya terkait titik sebaran pembudidaya lele di Bangkalan, pria paruh baya itu menyebut masih dalam proses pendataan.
Namun, dia menegaskan, sampai saat ini sebaran pembudidaya lele sudah cukup merata di semua kecamatan. Hanya saja, minimnya tenaga penyuluh menjadi rintangan tersendiri
“Kami sedang melakukan proses pendataan terkait titik-titiknya dan jumlah detail pembudidaya,” pungkasnya. (fik/zul)





