DPRD Desak BPBD Sumenep Percepat Asesmen Rumah Rusak akibat Gempa

Pemerintahan84 views

KABAR MADURA | Proses pendataan rumah warga terdampak gempa di Kabupaten Sumenep hingga kini belum rampung. Dari total 613 rumah yang dilaporkan mengalami kerusakan, baru 275 rumah yang selesai diasesmen oleh tim teknis.

Komisi IV DPRD Sumenep mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) agar mempercepat proses asesmen dan penyaluran bantuan bagi warga terdampak.

Anggota Komisi IV DPRD Sumenep Samioeddin menilai, proses pendataan yang lamban dapat menghambat penyaluran bantuan serta memperpanjang penderitaan masyarakat.

“Kami minta BPBD bersama OPD terkait segera menuntaskan asesmen di seluruh rumah warga yang terdampak. Jangan sampai masyarakat menunggu terlalu lama hanya karena kendala teknis di lapangan,” kata Samioeddin.

Dia juga meminta pemerintah daerah memastikan bahwa bantuan perbaikan rumah benar-benar tepat sasaran dan disalurkan secara transparan.

“Ini bukan sekadar data administrasi, tapi menyangkut nasib warga yang rumahnya rusak dan harus segera dibantu,” ujarnya menambahkan.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Sumenep Ach. Laili Maulidy mengatakan, masa tanggap darurat gempa telah berakhir, dan kini wilayah terdampak memasuki tahap pemulihan yang dijadwalkan berlangsung selama tiga bulan ke depan.

Pemerintah daerah, lanjutnya, telah menyiapkan berbagai langkah pemulihan, termasuk penyaluran bantuan fisik untuk rumah warga yang rusak.

“Memang ada beberapa kendala di lapangan, seperti keterbatasan alat transportasi dan medan yang sulit dijangkau. Namun kami pastikan proses asesmen dan pemulihan akan dipercepat,” ujarnya.

Baca Juga:  Strategi Memaksa untuk Mengingat melalui Takbir Kolektif: Refleksi Kultural IBS PKMKK dalam Menumbuhkan Kesadaran Spiritual

Tim dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Sumenep juga kembali diterjunkan ke wilayah terdampak pada Sabtu (18/10/2025) untuk membantu proses asesmen di lapangan.

“Mulai sekarang bantuan fisik dari pemerintah sudah bisa disalurkan. Insyaallah proses pemulihan akan berlangsung cepat,” imbuhnya.

BPBD juga mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan meskipun kondisi sudah mulai berangsur normal.

Sebelumnya, gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,0 mengguncang Kabupaten Sumenep pada Selasa (30/9) pukul 23.49 WIB. Berdasarkan data BMKG, pusat gempa berada di koordinat 7,25 Lintang Selatan dan 114,22 Bujur Timur dengan kedalaman 11 kilometer atau sekitar 50 kilometer tenggara Sumenep. (ara/waw)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *