KABAR MADURA | Komunitas Muda Madura atau KAMURA segera mengagendakan forum group discussion (FGD). FGD tersebut sebagai tindak lanjut dari riset yang dilakukan di seluruh wilayah Madura untuk merumuskan naskah akademik yang akan diajukan dalam kebijakan pemerintah pusat mengenai rencana Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) tembakau Madura.
Peneliti senior KAMURA, Abdul Hamied, menyatakan bahwa timnya telah turun langsung ke lapangan selama dua pekan terakhir, menyisir Kabupaten Sumenep, Bangkalan, Sampang, dan Pamekasan.
“Kami bertemu petani, tengkulak, pemilik pabrik kecil, hingga politisi. Semua informasi ini akan kami integrasikan dalam forum diskusi besar (FGD) untuk merumuskan jalan baru tata niaga tembakau Madura. Ini bukan sekadar gerakan opini, melainkan kerja akademik yang output-nya adalah naskah resmi untuk negara,” tegas Abdul Hamied.
FGD ini akan digelar di lima kabupaten/kota di Madura, dimulai dari Surabaya sebagai pintu gerbang ekonomi Jawa Timur. Untuk Kabupaten Sumenep, FGD dijadwalkan pada 22 November 2025 dan akan menghadirkan tokoh publik, DPRD, akademisi, pelaku industri, dan kelompok petani tembakau.
FGD tersebut diagendakan setelah KAMURA menutup safari risetnya melalui audiensi dengan Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo di rumah dinasnya, Rabu (22/10/2025).
Kepada Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo, perwakilan KAMURA memaparkan rencana besar mereka menyusun naskah akademik KEK Tembakau Madura yang akan diusulkan secara resmi kepada pemerintah pusat, termasuk Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.
Audiensi ini menjadi unik karena berbeda dari pola umum public hearing. di mana pemerintah mengundang masyarakat. Kali ini, sebaliknya, KAMURA datang langsung kepada pemerintah untuk mencari masukan, melakukan eksplorasi data, dan mengidentifikasi unknown-unknown terkait kebijakan strategis tembakau di Madura.
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menyambut baik inisiatif KAMURA. Menurutnya, KEK Tembakau adalah mimpi lama yang membutuhkan kekuatan kolektif generasi muda untuk diwujudkan.
”Kami sangat mendukung ikhtiar KAMURA. Madura ini tidak kekurangan potensi, yang kita butuhkan adalah roadmap yang ilmiah dan dapat dipertanggungjawabkan. Jika KEK Tembakau ini terwujud, maka petani Madura tidak lagi menjadi objek pasar, tapi subjek yang mengendalikan harga,” ujar Bupati Fauzi. (ara/waw)





