Harga Bahan Pokok Naik Jelang Lebaran, Disperindag Pamekasan Sebut Masih Wajar

Berita77 views

KABAR MADURA | Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, aktivitas jual beli di sejumlah pasar tradisional di Pamekasan mulai meningkat. Salah satunya terlihat di Pasar Kolpajung Pamekasan yang dipadati pengunjung, meskipun sejumlah harga bahan pokok masih relatif tinggi.

Seorang pedagang di Pasar Kolpajung, Aisyah, mengatakan, kenaikan harga bahan pokok hampir selalu terjadi setiap bulan Ramadan, terlebih ketika mendekati Lebaran. Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan, di antaranya minyak goreng, bawang merah, cabai rawit, gula, hingga daging ayam.

“Kalau beras memang naik, tetapi tergantung musim. Biasanya kalau musim, beras itu turun. Cabai rawit juga naik, tetapi sekarang sudah menurun, kalau kemarin itu satu kilonya Rp100.000, sekarang sudah turun jadi Rp90.000 atau Rp95.000,” ujarnya, Selasa (10/03/2026).

Sementara sorang pembeli bernama Alfi yang sedang berbelanja menyampaikan, sejumlah bahan pangan masih mengalami kenaikan harga. Komoditas yang menurutnya masih tinggi antara lain telur, daging ayam, dan bawang merah.

Baca Juga:  AJP Pimpin BPP HIPMI Periode 2026-2029, HIPMI Pamekasan: Kami Tunggu Tangan Dinginnya!

“Yang masih naik itu telur, semua telur naik sejak ada MBG. Terus daging ayam, kemudian bawang merah. Sekarang bawang merah itu satu kilonya Rp40.000, kalau bawang putih kemarin Rp30.000, kalau sekarang Rp32.000,” ungkapnya.

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

Sementara itu, Analis Perdagangan Ahli Pertama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan Rifa Silviani menjelaskan, kenaikan harga komoditas pangan memang mulai terjadi sejak awal Ramadan. Kondisi itu umumnya dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan masyarakat serta faktor cuaca yang turut memengaruhi hasil produksi.

Jika melihat tren pada tahun-tahun sebelumnya, kata Rifa, kenaikan harga bahan pokok menjelang hari besar keagamaan merupakan hal yang wajar, meskipun tetap diupayakan agar tidak melonjak terlalu tinggi.

Baca Juga:  Ekowisata Mangrove Pamekasan Makan Korban, Ternyata Sudah Tidak Kebagian Anggaran Pemeliharaan

“Mengaca pada tahun lalu, tidak terlalu signifikan kenaikannya. Naik memang, tapi tidak melampaui batas. Sekarang ini sebenarnya juga mengalami kenaikan,” jelasnya.

Menurutnya, adanya program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga mempengaruhi kenaikan harga bahan pokok.

Lebih lanjut, Rifa menyebut, pihaknya secara aktif melakukan pemantauan harga secara rutin di tujuh pasar rakyat milik pemerintah daerah. Di antaranya Pasar Kolpajung, Pasar Gurem, Pasar 17, Pasar Pakong, dan Pasar Waru. Pemantauan itu untuk memastikan stabilitas harga serta distribusi bahan pangan tetap terjaga.

“Kalau kami di Disperindag tugasnya memantau harga dan distribusi. Selain itu ada juga Dinas Ketahanan Pangan yang mengontrol ketersediaan stok. Jadi, kami sama-sama melakukan monitoring agar kondisi pasar tetap terkendali,” pungkasnya. (km96/zul)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *