Harga Telur di Pamekasan Jadi Sorotan, Disperindag Klaim Turun Meski Warga Mengeluh Naik

Ekonomi12 views

KABAR MADURA | Kenaikan harga kebutuhan pokok terus menjadi keluhan warga Pamekasan.  Harga telur di Pamekasan menjadi sorotan setelah warga mengeluhkan kenaikan, sementara Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan menyebut harga turun menjadi Rp22.000 hingga Rp25.000 per kilogram. Masyarakat juga harus terbebani kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, utamanya jenis solar. 

Sebelumnya, Supiah, warga Kecamatan Tlanakan, Pamekasan, mengeluhkan lonjakan drastis harga telur ayam serta kelangkaan pertalite dan solar. Anehnya, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan justru mengeluarkan data terbaru yang menunjukkan penurunan harga.

Supiah mengaku terkejut dengan harga telur eceran yang sempat menyentuh angka Rp28.000 per kilogram dari semula, yang berkisar antara Rp25.000 hingga Rp26.000. Kenaikan mendadak tanpa sosialisasi tersebut diperparah dengan sulitnya mendapatkan pasokan BBM di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) setempat.

“Tiba-tiba saja langsung naik. Semuanya naik, pertalite juga susah. Saya balik dua kali ke pom bensin, habis. Kami berharap semua kembali normal agar bisa menghitung pengeluaran seperti biasa,” keluh Supiah, Kamis (25/6/2026).

Baca Juga:  Deteksi Kanker Serviks sejak Dini, RSUD Smart Pamekasan Dorong Pemeriksaan HPV DNA

Namun, kondisi tersebut langsung diklarifikasi oleh pihak Disperindag Pamekasan. Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Disperindag Pamekasan Abdurrahman Nahrul, melalui Analisis Perdagangan Ahli Pertama, Riva Silviani, menegaskan, berdasarkan pemantauan pasar terbaru, per Senin (29/6/2026), harga telur ayam ras di tingkat pedagang justru dilaporkan mengalami penurunan dan berada dalam kondisi stabil.

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

Riva menyebut, per Senin (29/6/2026), kisaran harga telur di pasar tradisional sudah melandai ke angka Rp22.000 hingga Rp25.000 per kilogram. Dia membantah adanya isu kelangkaan pasokan komoditas pangan tersebut di wilayah Pamekasan.

“Hari ini ada yang jual Rp22.000, jadi range harga sudah berubah dari Rp22.000 sampai Rp25.000 per kilogram. Tidak ada kenaikan, bahkan hari ini turun lagi. Harga telur ayam ras per hari ini aman dan stok dipastikan mencukupi, tidak ada kelangkaan atau kekurangan pasokan,” jelas Riva saat dikonfirmasi, Senin (29/6/2026).

Baca Juga:  Harga Minyakita Naik di Pamekasan Tembus Rp27 Ribu meski HET tetap Rp14.500

Menanggapi perbedaan kondisi di lapangan dan data eksekutif tersebut, Sekretaris Komisi II DPRD Pamekasan Moh. Faridi menilai fluktuasi harga ini tidak lepas dari hukum pasar dan rapuhnya rantai pasok lokal. 

Secara konsep ekonomi, ujar Faridi, tingginya permintaan pasar secara otomatis memicu kenaikan harga. Selain itu, komoditas pangan seperti telur sangat bergantung pada indikator makro ekonomi lainnya, termasuk kestabilan distribusi BBM bersubsidi yang berdampak langsung pada biaya transportasi pakan ternak.

Faridi juga menyoroti akar masalah utama di sektor peternakan Pamekasan, yakni ketiadaan regulasi daerah yang melindungi dan mengatur tata niaga peternak lokal. 

“Faktor inilah yang menyebabkan ketergantungan pasokan dari luar daerah menjadi sangat tinggi, sehingga harga di pasar domestik Pamekasan mudah didikte oleh pasokan luar, ucap politisi PKB itu. (km96/waw)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *