Identik Buka 24 Jam, Ternyata Pencetus Warung Madura Berasal dari Sumenep

News604 views

KABAR MADURA | Orang Madura identik dengan kegiatannya yang merantau ke luar daerah atau bahkan ke luar negeri. Mereka mengadu nasib di tanah rantau dengan beragam cara, mulai dari menjadi buruh hingga berdagang. 

Di perantauan, orang Madura identik dengan warung yang selalu buka 24 jam nonstop. Bahkan, sampai ada peribahasa, ‘warung Madura tidak akan tutup hingga kiamat’

Meski cukup terkenal, tidak banyak yang tahu tentang sejarah awal mula adanya warung kelontong Madura di sejumlah wilayah. Warung Madura yang menyediakan segala macam kebutuhan sembako hingga keperluan lainnya itu muncul pertama kali di Jakarta sekitar tahun 1990-an hingga 2000- an. 

Baca Juga:  Etos Kerja Tinggi, Mengapa Madura Tetap Miskin?

Meski tidak ada literatur yang menyebutkan nama pemilik toko warung Madura pertama kali tersebut, namun pencetusnya berasal dari  Kabupaten Sumenep. 

Pencetus itu merantau ke Jakarta dan bermukim di Tanjung Priok, Jakarta Utara, untuk mencari peluang usaha. Mulanya, perantau dari Sumenep itu menjual alat-alat bangunan dari bahan kayu yang dipasok dari Kalimantan.

Kabar kesuksesan perantau itu meluas ke sanak famili di Madura. Sehingga orang-orang mulai tertarik untuk terjun mengembangkan berbagai macam usaha di Jakarta. 

Lambat laun, hampir di seluruh daerah keberadaan Warung Madura mulai bermunculan dengan beragam bahan dagangan. 

Baca Juga:  KEK Tembakau Madura Koreksi Ketimpangan, KAMURA: Jangan Dipersempit Jadi Isu Rokok!

Warung Madura memang tampak berukuran kecil, namun warung kelontong itu menyediakan hampir semua kebutuhan masyarakat mulai dari sembako, token listrik, makanan, minuman hingga menjual eceran bensin botol.

Warung Kelontong Madura terus berkembang dan meluas ke berbagai daerah, termasuk di luar Jawa seiring dengan berkembangnya waktu. 

Warung Madura sangat terkenal dengan konsistensinya yang buka nonstop setiap saat. Hal itu  menggambarkan karakter orang Madura yang pekerja keras. (nur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *