KABAR MADURA | Proyek revitalisasi kios sayur di Pasar Anom Baru Sumenep yang dianggarkan sebesar Rp800 juta hingga kini masih belum masuk tahap lelang. Anggota Komisi II DPRD Sumenep Juhari mengingatkan agar proses tidak berlarut-larut.
Juhari mengatakan, revitalisasi kios sayur sangat dinantikan oleh pedagang dan pengunjung pasar. Sehingga apabila proses lelang tidak segera dilakukan, maka pelaksanaan proyek bisa molor dan berdampak optimalisasi fasilitas pasar terbesar di Sumenep tersebut.
“Kami minta setelah perencanaannya selesai, segera ajukan lelang. Jangan tunggu lama, karena ini berkaitan dengan mata pencaharian warga,” kata Juhari.
Menurut politisi yang dikenal vokal ini, penundaan hanya akan memperpanjang masa ketidakpastian bagi para pedagang yang berjualan di kios sayur yang akan direvitalisasi.
“Jangan sampai rakyat jadi korban dari ketidaksiapan teknis pemerintah. Mereka butuh kepastian tempat usaha. Jadi, perencanaan harus diiringi solusi,” tandasnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kabid Perdagangan DKUPP Sumenep Idham Halil membenarkan bahwa proses perencanaan revitalisasi belum rampung. Dia menjelaskan bahwa masa pengerjaan perencanaan masih berlangsung dan dijadwalkan selesai pada 27 Juli 2025.
“Sekarang masih tahap perencanaan. Setelah selesai, langsung kita ajukan untuk dilelang,” jelas Idham.
Idham juga mengungkapkan bahwa salah satu tantangan besar dalam pelaksanaan proyek ini bukan hanya soal teknis pembangunan, tetapi juga pemindahan pedagang yang berjualan di area yang akan dibongkar.
“Ada pedagang yang sudah membangun lapak semi permanen. Nanti mereka akan kami kumpulkan dan disosialisasikan rencana revitalisasinya sebelum proyek dilelang,” ujarnya.
Diketahui, setidaknya ada 20 pedagang yang akan terdampak langsung oleh proyek tersebut. Mereka diharuskan mencari tempat berjualan sendiri di dalam area pasar, sambil menunggu pembangunan selesai. (ara/waw)





