Karut-Marut KIP Kuliah, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Opini4,102 views

Oleh: Ach. Zainuddin
Sekretaris Jenderal PPMI Nasional

Banyak kalangan mahasiswa sering bertanya kapan KIP kuliah kami cair bapak? Bagaimana nasib KIP kuliah angkatan 2025 kak? Pertanyaan pertanyaan seperti itu sering dilontarkan oleh Mahasiswa baru yang memang mereka membutuhkan beasiswa KIP.

Bagaimana tidak mereka banyak bertanya,  sebab dari sebanyak 560 pendaftar KIP yang sudah mendapatkan kejelasan masih 50 Mahasiswa terus yang lain gimana? Apakah kampus akan bertanggung jawab sementara rektor masih bungkam, sekalipun menemui masih sangat normatif jawabannya  dilansir dari mediaretorika.com  saat di wawancarai anak LPM Retorika Rektor UPI Sumenep berdalih “kami usahakan dengan komunikasi dan ikhtiar serta memohon sambungan doa, semoga apa yang dicita-citakan oleh mahasiswa sesuai harapan. Kami akan mencari solusi yang paling tepat dan akan tetap memperhatikan kondisi mahasiswa yang mengajukan KIP.”

Bagi kalangan mahasiswa yang membaca informasi tersebut lagi-lagi dihantui dengan rasa takut yang tinggi karena jawabannya pak rektor saja belum mampu menjawab kebingungan mahasiswa yang menggantungkan harapannya untuk bisa lanjut kuliah pada KIP. Sementara impian mereka masih belum ada kejelasan sampai hari ini dan isu yang beredar mereka akan merasakan nasib yang sama dengan angkatan 2021 dan 2022 KIP gagal cair lalu berbondong-bondong keluar dari kampus.

Sejauh ini saya masih belum melihat apa usaha kampus untuk bisa memberikan kepastian bagi mahasiswa yang menunggu pengumuman lolosnya beasiswa KIP-K. Selain hanya alibi dan bahasa normatif pada publik yang sering disampaikan “sabar saja dulu, perbanyak berdoa semoga cair dan kami usahakan” ucap salah satu penguasa kampus.

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

Sedangkan mahasiswa angkatan 2025 seperti dilematis antara lanjut kuliah atau tidak jika beasiswa yang mereka harapkan belum ada kejelasan atau bahkan emang berpotensi tidak dapat. Hal itu yang menjadi momok ketakutan mereka, sebab rata rata mahasiswa yang mendaftar di kampus UPI Sumenep ini merupakan mereka yang memiliki ekonomi kelas menengah kebawah. Jadi maklum jika mereka menggantungkan harapannya pada beasiswa untuk bisa lanjut kuliah.

Saya sendiri menyadari betapa sulitnya kuliah tanpa beasiswa ditambah memang tidak dapat dukungan dari orang tua untuk kuliah karena orang tau memang tidak mampu, yang pasti secara ekonomi harus mandiri jika pada akhirnya beasiswa yang diharapkan tidak mereka dapatkan. Butuh perjuangan dan tetesan air mata walaupun harus kuliah tanpa beasiswa karena memang sejatinya mahasiswa berangkat dari optimis serta kuat dalam berjuang di dunia pendidikan tinggi.

Baca Juga:  PWI Sumenep Tekankan PPRA dalam DJTL, Jurnalis Muda Diingatkan Soal Etika

Sementara itu, sudah ada beberapa mahasiswa yang memang tidak kuat dalam menjalankan proses perkuliahan tanpa ada kejelasan dari beasiswa KIP karena menurut mereka kuliah hanya atas kemauan sendiri dan orang tua kurang mendukung namun sudah masuk kuliah yang diharapkan untuk bisa bertahan hidup itu masih belum ada kejelasan dari kampus. Pada akhirnya sebagian dari mereka ada yang putus asa, memilih berhenti kuliah dari pada memberatkan beban orang tua yang memang tidak mampu.

Kampus tidak boleh tutup mata melihat situasi genting ini karena mahasiswa yang menggantungkan harapannya pada KIP pasti sangat menunggu kepastian dari kampus. Jelas dampaknya mahasiswa banyak yang akan putus kuliah jika kampus belum bisa memberikan kebijakan alternatif maka nasib mahasiswa angkatan 2025 bisa dipastikan banyak yang kecewa dan berpotensi gagal lanjut kuliah.

Alih-alih memberikan kebijakan alternatif belakangan ini pimpinan dengan mahasiswa seperti orang yang lagi main petak umpet. Sebab kesannya pimpinan menunjukkan rasa kebingungan dan ketakutan jika memang jalur  KIP beasiswa yang sering dikoar-koarkan oleh rektor pada saat kegiatan formal, sampai detik ini masih jauh dari harapan.

Pasalnya, isu yang beredar dikalangan mahasiswa UPI Sumenep terakhir pengumuman KIP kuliah tahap kedua pada tanggal 31 Desember 2025, paling mengerikannya lagi itu merupakan informasi terakhir mengenai kepastian mahasiswa yang masih belum keluar namanya pada tahap pertama. Apakah kampus bisa mempertahankan mahasiswa yang kurang mampu namun belum beruntung mendapatkan KIP kuliah?

Mirisnya lagi jikalau beasiswa KIP kuliah ini belum pasti dapat Kuota banyak mengapa strategi dari tim PMB itu salah satunya  mengandalkan kampus UPI terdapat banyak Kouta beasiswa KIP dengan tulisan “Dapatkan kesempatan kuliah gratis dengan beasiswa KIP Kuliah” begitulah  kata-kata pemanis yang tertera di banner PMB tahun 2026. Sedangkan realita pahit KIP kuliah angkatan 2025 belum jelas dapat semua atau tidak yang jelas 50 orang masih yang dapat beasiswa KIP kuliah sampai sekarang.

Saya juga merasa ada yang ganjal dengan sikap pimpinan yang kurang terbuka tentang KIP kuliah ada ketidak transparansi tentang pedoman KIP kuliah yang dari kampus dan tidak transparansi terkait hasil survei para mahasiswa yang mengajukan KIP.

Apakah memang benar 50 orang yang sudah cair pada tahap pertama itu memang mahasiswa yang membutuhkan? Jangan jangan hanya karena ada kedekatan dengan pemangku kebijakan baru dapat KIP kuliah?

KIP kuliah masih menjadi seperti film misteri ilahi yang dulu pernah tayang di Indosiar tak ada yang tahu bagaimana nasib mahasiswa yang masih berharap untuk dapat KIP kuliah karena memang mereka membutuhkan.

Baca Juga:  PWI Sumenep Tekankan PPRA dalam DJTL, Jurnalis Muda Diingatkan Soal Etika

Hampir setiap angkatan mulai dari 2021 2022 2023 sampai 2024 setiap tahun mahasiswa yang dapat KIP kuliah sering kali ada temuan dilapangan yang mendapatkan itu ada beberapa memang yang tak layak karena orang mampu bahkan ada yang anak PNS justru mendapatkan KIP kuliah.

Inilah yang kemudian yang menjadi kesenjangan sosial antara kaum elite (proletar) dan kaum tertindas (Borjuis) ketika melihat mahasiswa yang memang butuh pada beasiswa KIP dan tampak anaknya semangat dalam berkuliah dan berorganisasi namun apa daya kebijakan berkata lain, program pemerintah KIP kuliah sering kali tidak tepat sasaran. Pertanyaannya ada apa dengan KIP Kuliah?

Apakah kampus tetap diam melihat situasi ini. Sebaiknya kampus memberikan informasi yang akurat tentang KIP kuliah supaya mahasiswa tidak banyak termakan asumsi liar yang memang kalau tidak benar monggo diluruskan tapi jangan biarkan statement normatif dan alibi itu berkeliaran menggorogori pemikiran mahasiswa aktivis hari ini.

Sebab mahasiswa tidak akan tinggal diam melihat carut marut masalah yang terjadi di kampus yang baru saja beberapa bulan yang lalu mendapatkan sandang alih status Universitas. Jangan jangan universitas hanya sekedar nama tidak dengan sistem pendidikannya. Sebab saya belum melihat apa perbedaan Universitas dengan waktu sekolah tinggi, jika pada realitanya mahasiswa masih dalam ambang kebingungan antara lanjut kuliah atau gagal ditengah jalan. Semua hanya karena sistem lemahnya realisasi program KIP kuliah yang masih belum maksimal.

Saya rasa sebaiknya kampus jangan suka menggemborkan KIP kuliah jikalau realitanya banyak mahasiswa yang masih belum mendapatkan kepastian. Sebab kebijakan tanpa ada kepastian bagaikan “menanam padi tanpa air hujan” berujung pada panen yang gagal. Sama halnya dengan pendidikan kampus harus mempunyai terobosan baru formula untuk menarik publik untuk bisa yakin dengan UPI dengan tagline “kampusnya para atlet”.

Sementara, nasib mahasiswa angkatan 2025 ada pada kampus dan ada pada mahasiswa sendiri antara menggantung harapan dan menerima kenyataan yang pahit atau tetap melanjutkan kuliah sekalipun harus meneteskan keringat perjuangan. Bahkan walaupun  tak dapat dukungan orang tua dan kampus. Semangat mengejar pendidikan tinggi tak boleh padam ditengah jalan.

Kalau memang KIP kuliah masih menjadi program prioritas kampus untuk menarik banyak mahasiswa sebaiknya lakukan evaluasi secara menyeluruh supaya kejadian yang tak diinginkan tidak terulang kembali di masa yang akan mendatang.

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 komentar

  1. Anak saya kuliah di ubbg Banda Aceh jg sprti itu.pdhal dia dftr KIP SDH dari SMA tp smpai skrg GK ada kjelasan status KIP kuliahnya.skrg dia sprti udh bnr”putus asa dan sllu bilang mau brhnti kuliah.krna buat byr sppnya aja bagi kmi klrga dg pnghasilan yg rendah itu SGT terasa berat,belum lagi utk biaya hidup sehari”,bayar kos,seragam,dll.smoga ada perhatian pemerintah tentang hal ini.jangan anak pegawai dtp KIP smntara anak”yg bnr”kurang mmpu justru gkdpt

  2. Anak saya juga tidak dapat KIP. Pada hal sudah buat rekrning ,bahkan ada bankingnya.
    Anak saya seorang atlit badminton…. Di minta suru kuliah di UPI SUMENEP … tuturnya UPI butuh atlit badminton… Dan akan mendapatkan KIP…. Ternyata sampek sekarang tidak cair….
    Apakah cuman sekedar iming iming aja….
    Klo saya akan mundur karna saya selaku orang tia tidak mampu untuk membayar uang kuliah…
    Nama mahasiswa M.ALIF MAULANA ZILDJAN
    JURUSAN PJKR

  3. Anak saya sudah kuliah berjalan 1 semester…
    Setelah saya kasi tau bahwa KIP nya tidak akan cair…. Anak saya langsung bilang mo berhenti…
    Kabarnya akan di daftarkan KIP tahun depan…
    Tapi harus nambah kuliah 1 tahun lagi…
    Berati kuliah anak saya di anggap hangus tahun ini…. Itu yg jadi pertimbangan saya selaku orang tua… Biasanya lulus tahun 2028. Ahirnya Lulus tahun 2029….

  4. Saya akan datang ke UPI PGRI SUMENEP
    Untuk menemui bapak Rektornya untuk manayakan KIP anak saya M.ALIF MAULANA ZILDJAN KLS 1B. ( PJKR)
    Dan solusinya trimakasih